Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (11 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (14 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (16 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (18 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (18 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (18 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (19 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 26 Maret 2025, 20:27 WIB 540 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Dua dari 15 Sampel Sayuran Positif Mengandung Pestisida, Masyarakat Diminta Waspada

Penulis: Kabiro Blora
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Dua dari 15 Sampel Sayuran Positif Mengandung Pestisida, Masyarakat Diminta Waspada
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Tim Dinkesda yang dipimpin Sub Koordinator Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora, temukan makanan yang mengandung bahan pewarna tekstil dan formalin, saat Dinkesda Blora melakukan inspeksi mendadak di pasar tradisional

Hasil pemeriksaan terhadap 15 sampel bahan pangan menunjukkan bahwa sebagian besar dalam kondisi aman untuk dikonsumsi. Namun, dua jenis sayuran, yaitu bayam dan kangkung, terdeteksi masih mengandung kadar pestisida yang tinggi. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bagian dari pengawasan rutin tahunan, terutama menjelang Lebaran.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DP4 Kab. Blora, Nugraheni Wahyu Utami menyampaikan, hasil Pemeriksaan dari total sampel yang diuji, dua sampel (bayam dan kangkung) dinyatakan positif mengandung residu pestisida. Meskipun demikian, masyarakat tidak perlu panik. Sebagai langkah pencegahan, disarankan untuk mencuci sayuran dengan air garam atau air beras mentah guna mengurangi residu pestisida.

“Cara terbaik adalah dengan memilih produk organik atau menanam sendiri sayuran di pekarangan rumah,” ujar, Rabu (26/3/2025).

Lanjutnya, dampak bagi konsumen, tim pengawas menekankan pentingnya kehati-hatian dalam memilih produk pangan. Kami akan mempublikasikan hasil uji laboratorium secara rinci agar masyarakat dapat lebih waspada.

“Konsumsi bahan pangan yang terkontaminasi pestisida berisiko menyebabkan gangguan kesehatan, terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang,” terangnya.

Lebih lanjut, pemeriksaan ini dilakukan secara berkala setiap tahun, dengan fokus pada periode tertentu seperti menjelang hari raya. Ini bukan kali pertama kami melakukan pengujian.

“Tahun ini, kami sudah melakukan empat kali pemeriksaan, dan hasilnya secara umum cukup baik,” terangnya.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun tetap selektif dalam memilih bahan pangan. Dengan menerapkan cara pencucian yang tepat atau beralih ke produk organik, risiko paparan pestisida dapat diminimalisir.*Red

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora

Kabiro Blora

Kepala Biro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi