Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (9 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (12 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (15 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (16 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (16 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (16 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (17 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 13 September 2020, 15:14 WIB 1,389 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Dua Ranperda Hak Inisiatif DPRD Disetujui Bupati Lutra Jadi Perda

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Dua Ranperda Hak Inisiatif DPRD Disetujui Bupati Lutra Jadi Perda
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SULSEL(LUTRA), INFODESANEWS – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara mendukung Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Hak Inisiatif DPRD Luwu Utara (Lutra) tentang perlindungan guru dan tenaga kependidikan serta ranperda tentang pengakuan masyarakat hukum adat menjadi Peraturan Daerah (Perda) di tahun 2020.

Hal itu disepakati pada laporan Panitia Khusus (Pansus) 1 DPRD Lutra di Ruang Rapat Utama di Gedung DPRD, Jalan Simpurusiang Kelurahan Bone Tua Kecamatan Masamba, Jumat (11/9/2020) kemarin.

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Lutra, Drs Basir dihadiri sejumlah anggota Legislatif, Bupati Lutra, Hj. Indah Putri Indriani dan para pimpinan SKPD.

Laporan Pansus I dibacakan Yakob Banne dari Partai PDI-Perjuangan tentang perlindungan guru dan tenaga kependidikan dan untuk Laporan Pansus II yang membahas Ranperda tentang pengakuan masyarakat hukum adat dibacakan Suaib Saing Latif.

Intinya dalam laporan, menyatakan bahwa ranperda inisiatif DPRD, telah siap untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) sesuai mekanisme yang diatur dalam tata tertib DPRD Lutra.

Bupati Lutra, Indah Putri Indriani dalam pandangan akhirnya menyampaikan, apresiasi terhadap Ranperda tersebut yang merupakan Perda inisiatif DPRD Luwu Utara.

“Terima kasih penghargaan yang setinggi-tingginya kepada lembaga terhormat ini dengan penuh dedikasi telah menginisiasi lahirnya dua perda yang sangat dibutuhkan masyarakat, bangsa dan negara kita,” ucap Bupati Lutra dalam rilisnya melalui WhatsApp Kabag Humas Protokoler Igho yang akrab disapa pada media ini, Minggu (13/9/2020).

Lanjut Bupati, pemerintah daerah mengambil sikap menyetujui Ranperda ditetapkan menjadi Perda tentang perlindungan guru dan tenags kependidikan dan Perda Pengakuan Masyarakat Perlindungan Hukum Adat Lutra.

“Hadirnya Perda tersebut, akan menjadi payung hukum bagi keberadaan guru dan tenaga kependidikandan masyarakat adat serta hukum adat Bumi Lamaranginang (Luwu Utara, red) yang memberikan jaminan hukum para guru dan tidak hanya pada eksistensi masyarakat adat, namun juga menjamin pelestarian nilai-nilai tradisional Bumi Lamaranginang yang terkandung dalam tatanan masyarakat adat,” tambah Bupati Indah.

Selain itu, Indah menjelaskan pengakuan dan perlindungan eksistensi masyarakat adat diharapkan tetap menumbuhkan nilai-nilai luhur dan kekayaan budaya serta melindungi kekerasan terhadap guru dan tenaga jependidikan di Bumi Lamaranginang ini.

“Mekanisme yang telah dilalui, kerja keras dari Pimpinan dan anggota Dewan yang terhormat, komunikasi yang terjalin baik dengan kepala perangkat daerah serta masyarakat terlibat dalam pembuatan perda ini patut mendapat penghargaan, kita berharap Perda memberi manfaat bagi masyarakat kita,” tutup Indah Putri Indriani.

Sekadar di ketahui terkhusus keberadaan masyarakat adat juga tertuang dalam konstitusi NKRI UUD 1945 melalui Pasal 18B ayat 2 dan 28I ayat 3 yang mana di dalamnya konstitusi dengan jelas memberikan pengakuan dan jaminan terhadap kesatuan, identitas dan hak-hak masyarakat adat dan didalam rapat paripyrna DPRD Lutra tetap menerapkan protokol kesehatan.(yustus)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi