Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (5 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (8 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (9 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (9 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (9 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (10 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
NASIONAL 01 Mei 2020, 18:37 WIB 849 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Dua Santri OTG Positif Corona di Kunjungi Bupati, Rubah Stigma Salah Lewat Edukasi

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Dua Santri OTG Positif Corona di Kunjungi Bupati, Rubah Stigma Salah Lewat Edukasi
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SULSEL(LUTRA), INFODESANEWS – Bupati Luwu Utara (Lutra) Indah Putri Indriani mengunjungi rumah dua santri Orang Tanpa Gejala (OTG) ysng pisitif corona di Kecamatan Bone-Bone Desa Banyu Urip dan di Desa Sidomukti.

Kunjungan tersebut dan melihat langsung kondisi kedua santri pondok Pesantren Al Fatah Temboro Magetan Jawa Timur. Bupati Indah Putri Indriani bersama Kepala Dinas Kesehatan (Kadis) Andi Muh Nasrum, Kadis Sosial Besse Andi Pabeangi dan Kepala Pelaksana BPBD Muslim Muchtar, Kamis (30/4/2020) kemarin.

Dalam kesempatan itu, Indah memberikan semanfat dan memastikan kedua santru bersama orangtuanya serta saudaranya menjalsni karantina mandiri delama dua minggu kedepan dengan pengawasan tim medis.

Hal itu disampaikan Kabag Humas Protokol Lutra Abdul Hamid yang akrab dipanggil Igho pada wartawan media ini melalui jejaring WhatsApp nya, Jumat (1/5/2020).

Dalam kunjungan tersebut Bupati memberi edukasi pada warga dan keluarga bahwa, virus corona yang semakin lama semakin menyebar pesat membuat masyarakat ketakutan. Imbasnya, ada masyarakat yang melakukan tindakan yang tidak sepatutnya, semisal melarang pasien yang masuk dalam Orang Dalam Pantauan (ODP), Pasien Dalam Perawatan (PDP) atau bahkan suspact virus corona untuk tinggal di lingkungan hingga mengusirnya.

Indah menyebutkan virus ini bukan aib janganlah kira kucilkan hingga kita tolak dilingkungan tempat tinggalnya, untuk itu mari kita masyarakat bangun solidaritas sosial ditengah pandemi ini.

“Solidaritas sosial warga sangat kita butuhkan bahwa Corona ini buksn aib hilangkan sigma itu dan hilsngksn stigma bahwa santri ysng membawa virus dari Magetan, mari beri semangat keluarga mereka dan mereja butuhkan belas kasihan, bayagkan itu bapak ibu kalau keluarga kita yang demikian,”terang Indah panggila akrabnya Bupati perempusn pertama di Sulsel.

Mantan Dosen UI ini, menjelaskan jika kondisi ini didasari ketakutan yang sangat berlebih. Stigma masyarakat akan penyebaran virus corona yang membuat beberapa aksi penolakan atau bahkan bullying kepada korban atau pasien yang terkena virus corona.

“Harusnya perlu diberikan edukasi yang tepat seperti penyebaran virus ini bukan melalui semburan tetapi drop plate, karena masyarakat sudah takut terlebih dulu, ini yang membuat stigma yang salah dengan penyebaran virus tersebut,” beber Indah.

Dengan edukasi yang diberikan oleh yang memahami mengenai virus tersebut, Indah Putri Indriani yakin jika ketakutan yang berlebih tersebut perlahan akan berkurang. “Karena stigma yang salah ini membuat masyarakat melakukan tindakan yang berlebihan,”jelasnya.

Beberapa edukasi yang diperlukan tentang penularan dan pengobatan virus corona ini. Dengan begitu masyarakat akan lebih tenang jika memang disekitarnya ada orang yang masuk dalam ODP, PDP, Suspact bahkan positif virus Corona.

Reaksi yang berlebihan dari masyarakat ini yang menyebabkan banyak pasien ini merasa takut jika dirinya terjangkit virus corona. Hal ini dikarenakan mereka merasa takut untuk dibully atau mendapatkan tindakan yang menyeramkan lainnya.

Indah berharap perlu adanya edukasi ke masyarakat tentang virus corona tersebut. Dengan begitu dokter akan lebih mudah untuk menangani kasus penyebaran virus tersebut. “Karena pasien akan lebih terbuka dengan keluhan yang dialaminya,” beber Bupati.

Sekali lagi saya meminta masyarakat untuk jangan takut yang berlebihan kondisi ini akan mempengaruhi sistem imun dalam tubuh. “Dengan tidak stres ini akan tetap meningkatkan imun dalam tubuh yang dapat menjaga tubuh agar tidak mudah sakit,” tukas Indah.

Sekadar diketahui bahwa warga Lutra sudah ada tiga positif corona, yang satu santri sementara di karantina di Makassar dan belum sempat ke Luwu Utara dan HF serta KI, ini ysng kita kunjungi di Desa Banyu Urip dan Desa Sidomukti. (yustus)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi