SRAGEN – INFODESANEWS | Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Surakarta, bertajuk E-Mekanisasi: Peningkatan Produksi Budidaya Hidroponik untuk Ketahanan Pangan telah dilaksanakan bersama kelompok petani sayur di Kliwonan, Masaran Sragen.
Kegiatan ini berfokus pada penerapan mekanisasi sederhana berupa alat perajang sampah organik sebagai pendukung pembuatan kompos untuk sistem budidaya hidroponik. Penyerahan alat diwakilkan tim lapangan dan perwakilan kelompok petani sayuran.
Kegiatan yang dilaksanakan langsung berada di lokasi petani kebun sayur SINERGI Kliwonan Masaran, dengan tujuan peningkatan efisiensi pengolahan limbah organik, mempercepat proses pembuatan kompos, serta mendukung ketersediaan nutrisi tanaman hidroponik secara berkelanjutan. Kompos yang dihasilkan diharapkan mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen sayuran.
Tim PKM yang diketuai oleh Farid Adi Prasetya, MM, MHum, menyatakan pentingnya mekanisasi dalam mendukung kegiatan produksi pertanian, dan Ir. Amin Sulistyanto, ST, MT. MSi, menyampaikan pentingnya pemasaran dengan system online, dan anggota Prof. Dr. Ir Suranto. ST. MM. MSi, memberikan pendampingan teknis mulai dari pengenalan alat perajang sampah, cara pengoperasian, perawatan alat, hingga pemanfaatan hasil rajangan sebagai bahan baku pembuatan kompos, sehingga para petani mendapatkan pemahaman mengenai keterkaitan kompos organik dengan sistem hidroponik dalam mendukung ketahanan pangan terutama sayuran.
Peserta kegiatan menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi selama proses sosialisasi, pendampingan, pemberdayaan hingga praktik langsung. Petani secara aktif mencoba alat mekanisasi, berdiskusi mengenai kendala produksi, serta menyampaikan harapan terhadap pengembangan teknologi pertanian yang mudah diterapkan dan terjangkau.
Kehadiran alat perajang sampah dinilai sangat membantu karena mampu mempercepat proses pencacahan bahan organik yang sebelumnya dilakukan secara manual dan memakan waktu.
Hasil akhir dari kegiatan ini menunjukkan bahwa mekanisasi pengolahan sampah organik menjadi kompos menjadi lebih mudah, cepat, dan efektif. Kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari sistem pendukung nutrisi hidroponik, sehingga produksi sayuran menjadi lebih stabil dan berkelanjutan. Selain itu, pemanfaatan limbah organik juga membantu menciptakan pertanian yang ramah lingkungan.
Kegiatan ini memberikan pengetahuan yang meningkat 80%, ketrampilan 90% dan pemahaman yang tinggi akan mekanisasi yang cerdas di era teknologi. Terimakasih kepada DRPPS UMS yang telah mendanai kegiatan pengabdian ini, dan semua pihak yang terlibat, senantiasa membawa kemanfaatan dan kemajuan bagi kita smua.
Akhirnya, Drs H. Emantho, selaku ketua kelompok menyampaikan, bahwa melalui kegiatan E-Mekanisasi ini petani sayur Sragen mampu meningkatkan kemandirian produksi, mendukung dalam memperkuat ketahanan pangan terutama sayuran, serta mengadopsi teknologi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Program ini menjadi langkah nyata sinergi antara akademisi dan petani dalam mendorong pertanian modern yang efisien dan berkelanjutan. (*/anto/redslo)