Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (3 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (3 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (4 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (4 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (19 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu)
PENDIDIKAN 04 September 2019, 16:30 WIB 1,343 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Edukasi dan Sosialisasi Penyakit Thalasemia Masih Minim di Banyumas

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Edukasi dan Sosialisasi Penyakit Thalasemia Masih Minim di Banyumas
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BANYUMAS, INFODESANEWS – Minimnya pengetahuan terhadap penyakit thalasemia SMA Negeri 4 Purwokerto menggelar edukasi dan sosialisasi penyakit thalasemia bagi siswanya Selasa (3/9/2019) di aula sekolah. Meski thalasemia bukanlah penyakit menular, tapi penderita penyakit turunan (genetic) itu harus diminimalisir mengingat penderita thalasemia harus melakukan transfusi darah seumur hidup setiap bulan.

Kepala SMA Negeri 4 Purwokerto Arif Priadi mengatakan penyakit thalasemia tidak boleh dianggap enteng, mengingat di Banyumas ada sekitar 8 persen orang yang merupakan carier thalasemia bahkan itu hanya yang terlihat dipermukaan. Maka dengan sosialisasi ini diharapkan anak didiknya dapat memahami termasuk nantinya dalam memilih pasangan.

“Tidak boleh asal mencintai, tetapi termasuk harus memilih pasangan yang sehat agar mempunyai anak yang sehat. Karena pasangan yang menderita thalasemia dipastikan akan thalasemia juga,” katanya.

Menurut Arif Priadi thalasemia menduduki urutan ke 4 penyakit yang mengklaim asuransi di BPJS kesehatan. Pada kesempatan ini pihak sekolah mengahdirkan narasumber dari Yayasan Thalsemia Banyumas yaitu Drs H Abdul Aziz, M.Pd dan Dinar Faiza, SS, MA.

Abdul Aziz mengatakan, penyebaran penyakit thalasemia hanya bisa dilakukan dengan mencegah pemilik gen carier thalasemia sebaiknya tidak menikah dengan sesama pembawa sifat penyakit (carier). Karena perkawinan dua pembawa sifat penyakit ini bisa memungkinkan terlahir anak dengan thalasemia Mayor (thalasemia berat).

“Kelahiran penderita thalasemia dapat dicegah dengan cara melakukan screening pra nikah. Sehingga dapat diketahui apakah pasangan carier thalasemia atau tidak. Dan semua Puskesmas Di Banyumas sudah bisa mendeteksi ini,” jelasnya

Menurutnya penyakit ini merupakan fenomena gunung es yang terlihat sehat di permukaan. Di Banyumas kesadaran masyarakat melakukan upaya pencegahan masih kurang akibat minimnya edukasi dan sosialisasi dari dinas terkait dan pemerintah.

Sementara itu Dinar Faiza yang merupakan penderita thalasemia mengaku sepanjang hayatnya selama kurang lebih 29 tahun terus menerus melakukan transfusi darah.

“Thalasemia belum bisa disembuhkan atau belum ada obatnya. Penderita thalasemia membutuhkan transfusi darah seumur hidup setiap bulan. ” ujarnya.

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #PENDIDIKAN #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi