Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (2 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (3 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (17 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu)
NASIONAL 20 November 2020, 16:40 WIB 2,323 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Era Digital, Gibran Usul Sebaiknya Ada SMK Jurusan Medsos

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Era Digital, Gibran Usul Sebaiknya Ada SMK Jurusan Medsos
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SOLO —INFODESANEWS,  Calon walikota (Cawali) Solo Gibran Rakabuming Raka mengusulkan adanya kurikulum media sosial (Medsos) untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Usulan tersebut telah disampaikan pada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. “Kehadiran Medsos saat ini bagian terpenting sehingga perlu dijadikan kurikulum di SMK. Konsepnya sudah saya sampaikan sama pak Gubernur,” kata Gibran, Jumat (20/11).

Gibran mencontohkan, saat belajar ilmu marketing di Singapura kurikulumnya jauh berbeda saat adiknya Kaesang Pangarep kuliah, meskipun jurusannya sama yakni ilmu marketing. Gibran menyampaikan, apa yang dipelajarinya dulu masih menggunakan metode offline. “Sesuai perkembangan zaman, sekarang semuanya serba online. Zaman itu berubahnya cepat banget kita harus mengikutinya,” kata dia.

Ia menegaskan, apa yang dipelajari saat kuliah di Singapura sudah tidak berlaku lagi. Melihat fakta tersebut harus ada sesuatu yang baru, yang bisa menjawab tantangan zaman. “Perubahan zaman harus bisa menghasilkan SDM (sumber daya manusia) yang berkualitas,” kata dia.

Terkait jurusan medsos, lanjut dia, bisa menjadi digital marketer (untuk generate leads dan brand awareness). Sekain itu bisa menjadi sosial media specialist juga. “Kompetensinya antara lain content creation, marketing (market analysis, digital marketing, branding dan public relation, search engine optimization, google analytics) dan lainnya,” tutur dia.

Putra sulung Presiden Jokowi ini juga membandingkan saat dirinya duduk di bangku SMA di Singapura, para siswa belum mengenal Zoom, WhatsApp hingga Wikipedia. Bahkan ketika terjadi wabah SARS di sana, tugas sekolah harus dikirim melalui pos.

“Meski serba kesulitan, saya bersyukur masih bisa bertahan. Saat ini ada permasalahan SMA/SMK di Solo yang menjadi prioritas harus diselesaikan,” ujar Gibran.

Persoalan yang dimaksud, kata dia, masalah zonasi SMA/SMK dI Solo belum merata. Hal itu dapat dilihat masih ada kecamatan di Kota Solo yang belum ada SMA-nya. “Nanti SMA 2 Solo bakal pindah ke HP (lahan Hak Pakai) 16 Mojo (Kecamatan Pasar Kliwon),” kata dia.(TL/ismail/hr)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi