Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (5 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (8 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (9 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (9 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (9 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (10 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
NASIONAL 17 Maret 2020, 21:44 WIB 2,047 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Faktanya Hanya Demam, Warga Desa Tulak Tallu se Pulang dari Afrika

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Faktanya Hanya Demam, Warga Desa Tulak Tallu se Pulang dari Afrika
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SULSEL(LUTRA), INFODESANEWS – Sebuah kalimat seorang pemuda suspect (dicurigai) terjangkiti virus corona jadi perbincangan di dunia maya hingga meresahkan. Padahal, secara medis, pemuda itu berinisiali Fata hanya menderita demam-pilek biasa.

“Info dari mama nya Fata memang pernah ke Afrika untuk mencari bapaknya kurang lebih lima bulan lalu. Sewaktu Fata di Afrika empat bulan pernah sakit malaria, sehingga Fata pulang dari Afrika,” tutur mama Fata pada Kepala Puskesmas(Kapus) Sabbang, Jamaluddin, SKM dituturkan pada wartawan media ini, Selasa(17/3/2020) malam.

Kalimat tersebut viral di sejumlah aplikasi media sosial, terutama grup-grup WhatsApp. Karuan saja, jagat maya dibuat geger.

“Padahal, dari kunjungan Kapus Sabbang bersama Tim Gerak Cepat(TGC) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Utara(Lutra) dipimpin Kepala Seksi P2PTM pada Dinas Kesehatan Harmiyanti, itu tidak benar bahwa Fata dirujuk ke Makassar karena terindikasi Virus Corona yang menggegerkan dunia. Fata adaji dikediamannya di Desa Tulak Tallu, hanya keluhan demam dan nyeri kepala sewaktu diagnosa dokter Febris,” tutur Kapus Sabbang Jamaluddin, SKM.

Warga Desa Tulak Tallu Kecamatan Sabbang ini ada di kediamannya dimana awalnya orang curiga dan dikabarkan suspect corona tersebut sudah mendapatkan penanganan medis.

“Dan langkah-langkah yang kami sarankan untuk kami bawa ke Puskesmas Sabbang melakukan pemeriksaan, tapi Fata menolak karena sudah membaik, dan kami sampaikan pada mama Fata supaya jangan memikirkan biaya pengobatan bila kambuh lagi demam dan sakit kepala, dan juga kami sudah sampaikan bidan desa Tulak Tallu untuk tetap dipantau perkembangan demamnya,” jelas Jamaluddin.

Nah hasil kunjungan kami bersama TGC Dinas Kesehatan Lutra, pasien yang dimaksudkan itu hanya menderita demam biasa, pilek, jauh dari gejala terjangkit virus corona.

Terkait hal itu, Jamaluddin mengatakan, isu virus corona telah menjadi teror yang meresahkan manusia di dunia ini.

“Pastinya, isu atau kalimat warga Desa Tulak Tallu yang kembali dari Afrika akan dirujuk ke Makassar seperti yang isu beredar itu, tidak benar. Faktanya, setelah diperiksa melalui diagnosa dr Febris dan dinyatakan hanya mengalami demam dan nyeri di kepala serta pilek biasa,” jelas Kapus Sabbang, seraya menambahkan tidak ada tanda-tanda yang mengarah pada dugaan corona, karena hanya mengalami gejala demam biasa, pilek.(yustus).

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi