Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (8 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (11 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (13 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (15 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (15 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (15 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (16 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 30 Maret 2021, 12:16 WIB 806 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Ferdinand Nada Marah Menyebut Veronica Koman Sebagai Penghianat NKRI

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ferdinand Nada Marah Menyebut Veronica Koman Sebagai Penghianat NKRI
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

JAKARTA,Infodesanews.com –  Politisi Ferdinand Hutahaean mengecam pernyataan Veronica Koman yang mengatakan bahwa anak- anak di Papua Barat di “paksa nasionalis” oleh pemerintah.

Dalam pernyataannya itu, Veronica Koman menuding pemerintah lewat aparat keamanan TNI-Polri memaksakan anak-anak di Papua Barat untuk setia kepada NKRI. Hal itu disampaikan Veronica Koman lewat kicauannya di Twitter, seperti dilihat pada Sabtu 27 Maret 2021.

Dalam cuitannya tersebut, Veronica membagikan sebuah foto aparat TNI-Polri memakaikan ikat kepala merah putih kepada sejumlah anak-anak di Papua Barat.

Menanggapi peristiwa tersebut, Veronica Koman mengatakan, bahwa itu merupakan tindakan pemaksaan nasionalisme dari aparat terhadap anak-anak di Papua Barat.

“Forcing Indonesian nationalism to Indigenous West Papuan children. (red and white = Indonesian flag). (Memaksakan nasionalisme Indonesia kepada anak-anak Pribumi Papua Barat. (merah putih = bendera Indonesia),” kata Veronica Koman lewat cuitannya di Twitter, Senin (29/3/21)

Menanggapi kicauan Veronica Koman tersebut, Ferdinand Hutahaean dengan nada emosi menilai bahwa Veronica telah mempelintir makna dalam foto tersebut.

Hal itu, kata Ferdinand, terlihat jelas dari raut wajah anak-anak dalam foto tersebut yang tampak bahagia dan tidak menangis.

“Anak-anak Papua Barat di foto itu sama sekali tak nampak merasa dipaksa memakai ikat kepala merah putih” ujar Ferdinand.

“Hei pengkhianat, anak-anak itu bahagia dan tertawa mengenakan ikat kepala merah putih, tidak takut dan tidak menangis. TIDAK ADA PAKSAAN!,” geram Ferdinand Hutahaean ke Veronica Koman.

Ferdinand pun dengan nada sangat marah menyebut Veronica Koman sebagai penghianat NKRI.(@)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi