Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (6 menit yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (2 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Desa Sidoharjo, Mencapai Pajak Tertinggi Di Triwulan III (3 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Karang Rejo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (4 jam yang lalu) • Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (7 jam yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (8 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (9 jam yang lalu) • Antusias Warga Ramaikan Turnamen Orado Dalam Rangka HUT TNI Yang Digelar Kodim 0906/Kkr (9 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga Peringati HUT ke-81 TNI (11 jam yang lalu) • Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (15 jam yang lalu)
NASIONAL 28 Juli 2020, 06:07 WIB 2,402 PDF

FORKOPPAM Gelar Simulasi Pernikahan Dimasa Pandemi

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

FORKOPPAM Gelar Simulasi Pernikahan Dimasa Pandemi
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

MAGELANG, INFODESANEWS – Pemerintah Kota Magelang menyambut baik simulasi pernikahan masa adaptasi kebiasaan baru yang dilaksanakan oleh Forum Komunikasi Penyelenggara Pernikahan Magelang (Forkoppam), di gedung Wiworo Wiji Pinilih Magelang, 27-28 Juli 2020.

Simulasi tersebut bisa menjadi acuan para penyelenggara maupun masyarakat yang akan mengadakan pesta pernikahan atau sejenisnya.

“Saya sangat mengapresiasi Forkoppam yang telah memprakarsai simulasi ini. Kegiatan ini merupakan pelopor penyelenggaraan pesta pernikahan di tengah pandemi Covid-19 yang menerapkan protokol kesehatan,” jelas Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito di sela-sela kegiatan.

Pada simulasi tersebut, seluruh kegiatan didesain dan diatur sedemikian rupa layaknya sebuah pesta pernikahan baik konsep tradisional maupun internasional. Satu per satu tamu yang hadir wajib di cek suhu tubuhnya, kemudian wajib cuci tangan pakai sabun dan memakai handsanitizer.

Selanjutnya petugas akan mengantarkan tamu ke tempat duduk yang sudah diatur jaraknya. Tamu yang hendak mengucapkan selamat kepada mempelai pengantin wajib mengantri sesuai dengan jarak yang telah ditentukan.

Menurut Sigit, tidak mudah menyelenggarakan sebuah kegiatan di tengah pandemi ini. Penyelenggara harus teliti, apalagi melibatkan banyak orang dan komunitas.

“Pekerjaan ini tidak mudah perlu penataan yang rigit, teliti, melibatkan banyak orang, komunitas termasuk budayawan atau seniman,” ungkap Sigit.

Sigit menyebutkan, selain wajib menerapkan protokol kesehatan, penyelenggaraan pesta pernikahan juga disarankan untuk tidak mengundang tamu lebih dari 200 orang. Jadwal kehadiran tamu juga sebaiknya diatur agar tidak terjadi penumpukan tamu undangan yang berpotensi terjadi penularan virus.

“Sebisa mungkin undangan tamu maksimal 150-200 orang saja, itu pun harus diatur waktunya agar tidak menumpuk. Jangan berlebihan karena saat ini kondisinya berbeda, yang penting hikmat dan aman,” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Forkoppam Dora Lina Bineri menjelaskan simulasi ini diselenggarakan oleh Forkoppam yang terdiri dari gabungan 7 asosiasi, yakni Himpunan Rias Pengantin Indonesia (Harpi) Melati, MUA Hunter Kedu, Asosiasi Dekorasi Magelang, Ikatan Pekerja Musik Magelang, Magelang Master of Ceremony, Wedding Documentator Magelang Raya, dan Ikatan Wedding Organizer Magelang.

“Seluruh asosiasi ini melingkupi 198 vendor, yang menaungi asisten, kru dan freelancer sejumlah 1.079 orang,” katanya.

Rangkaian simulasi ini meliputi upacara panggih gaya Surakarta dan resepsi pengantin tradisional dengan konsep duduk, dan hidangan full service. Selanjutnya, simulasi pengantin internasional dengan konsep berdiri (standing party) dan hidangan silver service.

Tujuan simulasi, kata Dora, untuk memberikan gambaran kepada masyarakat dan para penyelenggara pernikahan, termasuk calon pengantin, agar dapat menyelenggarakan pesta dengan penerapan protokol kesehatan dan keamanan di masa adaptasi kebiasaan baru.

“Untuk itu kami mohon dukungan pemangku kepentingan dan semua pihak, dengan harapan industri pernikahan di Magelang dapat bangkit dan berjalan,” pungkas Dora.

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi