Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (5 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (8 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (11 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (12 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (12 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (12 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (13 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
NASIONAL 20 Februari 2021, 17:42 WIB 708 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

GAM Luwu Raya Unjuk Rasa Tuntut Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

GAM Luwu Raya Unjuk Rasa Tuntut Kelangkaan Pupuk Bersubsidi
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SULSEL, INFODESANEWS — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Cabang Luwu Raya, Sulawesi Selatan, kembali melakukan aksi unjuk rasa menuntut atas terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi yang dikeluhkan oleh para petani. Unjuk rasa itu berlangsung di Jalan Trans Sulawesi, perempatan lapangan Bua, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sabtu (20/2/2021) siang.

Dalam orasinya, Jenderal Lapangan Jordi Goral, mengangap kelangkaan pupuk bersubsidi ini sebagai bentuk kegagalan Menteri Pertanian dalam mengakomodir kebutuhan pupuk bagi para petani Indonesia. Untuk itu, mereka meminta dan mendesak kepada Presiden Jokowi agar kembali melakukan reshuffle kepada Menteri Pertanian yang dinilai gagal dalam mensejahterakan para petani.

“Kasihan para petani pak, dimana beberapa daerah yang ada di Kabupaten Luwu sudah masuk musim tanam dan tanaman padi nya tersebut sudah ingin diberikan pupuk, tapi ironisnya para petani akan sulit mendapatkan sebuah pupuk bersubsidi, “Ucap Jordi dalam orasinya.

Ia mengatakan, sebuah statement yang pernah dilontarkan oleh Menteri Pertanian dalam hal ini Syahrul Yasin Limpo dalam janji politiknya menjamin ketersediaan pupuk subsidi bagi petani di Indonesia dan akan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

“Namun secara realitasnya di lapangan, ini tidak akan mungkin terjadi. Sebab, ketersediaan pupuk subsidi dari beberapa daerah di Indonesia belum dapat terakomodir secara keseluruhan,” ungkap Jordi.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut para mahasiswa membawa isu “Pupuk Langka Petani Sengsara”. Untuk itu dalam tuntutannya, mereka mendesak Presiden untuk segera mereshuffle Menteri Pertanian dan segera penuhi kebutuhan pupuk bagi para petani. (*)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi