Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (19 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (22 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (2 hari yang lalu)
INFODESA 11 Juli 2018, 21:30 WIB 2,171 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Ganjar Ancam Tiga Kepala Sekolah SMA / SMK Di Jateng Dicopot Terkait SKTM

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ganjar Ancam Tiga Kepala Sekolah SMA / SMK Di Jateng Dicopot Terkait SKTM
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ancam bakal mencopot jabatan Kepala Sekolah SMA/SMK yang diketahui tidak melakukan verifikasi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk mendaftar sekolah, setelah tiga Kepala Sekolah diperingatkan.

Ganjar menuturkan, tiga Kepala Sekolah tingkat menengah atas dan kejuruan yang diketahui tidak melakukan verifikasi terhadap SKTM. Ketiga sekolah itu jumlah pendaftar yang menggunakan SKTM mencapai 100%.

“Saya sudah tegur beberapa kepala sekolah yang tidak melakukan verifikasi. Bahkan saya peringatkan. Mereka kalau tidak mau jadi kepala sekolah, berhenti saja,” ujarnya.

Dikatakan Ganjar, jabatan mereka bisa juga dicopot, yang mendapat teguran itu Kepala SMAN Mojogedang Karanganyar, Purwadi, Kepala SMAN 1 Blora, Mariya dan Kepala SMKN 1 Purwokerto, Asep Saeful Anwar.

Bahkan, lanjutnya, ketiga kepala sekolah itu berdalih tidak melakukan verifikasi karena tidak ada dasar tertulis dari Dinas Pendidikan setempat.

Tidak hanya mencopot, Ganjar juga mengancam akan memidanakan bagi siapa saja yang terlibat jual- beli SKTM dalam Penerimaan Peserta Didik Baru tingkat SMA/SMK.

“Kalau ada yang terlibat jual beli SKTM dalam proses PPDB akan saya pidanakan. Namun saya tidak terburu-buru, akan saya didik dan bina lebih dulu,” tuturnya.

Menurutnya, Dengan banyaknya penyalahgunaan SKTM dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK negeri di Jawa Tengah, pihaknya telah meminta panitia PPDB dan sekolah untuk segera melakukan verifikasi ulang data calon siswa yang menggunakan SKTM sebelum PPDB tersebut diumumkan.

“berdasarkan data yang diterima jumlah calon siswa yang sudah dicoret, karena terindikasi menggunakan SKTM abal-abal dan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya mencapai ribuan calon siswa,” pungkasnya. (Ndi)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi