Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (7 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (13 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (21 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (23 jam yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (23 jam yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (23 jam yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
PENDIDIKAN 04 Februari 2018, 20:19 WIB 1,758 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Ganjar Pranowo SH MIP Prihatin Kasus Pemukulan Siswa pada Guru Berujung Kematian Sangguru

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ganjar Pranowo SH MIP Prihatin Kasus Pemukulan Siswa pada  Guru Berujung Kematian Sangguru
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com – Beberapa kasus kekerasan yang dilakukan oleh para pelajar akhir-akhir ini, membuat Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP prihatin. Salah satunya adalah kasus pemukulan siswa pada seorang guru yang berujung pada kematian guru di Sampang Madura.

Saat menghadiri Pengajian Umum Mar’ah Sholihah di Masjid Baiturrahman, Sabtu (3/2), Ganjar juga mengungkapkan kasus sebelumnya di Semarang, di mana dua siswa SMK merampok dan membunuh sopir taksi online, alasannya untuk membayar SPP. Padahal, biaya SPP SMK di Kota Semarang sudah dibebaskan.

Selain kekerasan yang dilakukan para pelajar, ayah satu putera itu khawatir pula dengan maraknya peredaran narkoba yang semakin luas. Tidak hanya menjangkau golongan masyarakat tertentu, namun siapapun menjadi sasaran peredarannya.

“Narkotika sakniki mlebet dhateng pundi mawon. Pelajar wonten, PNS wonten, TNI/ Polri wonten. Kula niku ajrih, siswa kalih (SMK di Semarang pelaku pembunuhan sopir taksi online) niki marai ora bisa turu. Nganti mateni sopir taksi, njupuk duite. Niki ajeng dingge napa sing alesane dingge bayar SPP. Kula niku deg-degan, mengko aja-aja dinggo narkoba, miras,” tutur gubernur.

Penyebab semua kejadian itu, lanjut dia, bisa bermula dari penggunaan smartphone yang tidak difilter dengan baik. Melihat fakta-fakta menyeramkan yang ada, Ganjar mengajak para orangtua untuk lebih memperhatikan anak-anaknya.

“Kula mung ajeng titip dumateng Ibu Bapak sedanten. Amargi sing dhateng njawi sereme (seramnya) kados ngaten. Nek kita sedanten mboten rukun, putrane mboten digendong, mboten ditunggoni, mboten disayang-sayang, mangke golek sayange dhateng njawi. Sayange kalih pil koplo, narkoba, miras,” tandasnya mengingatkan.(Rt, Humas Jateng/Ar)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #PENDIDIKAN #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi