Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (12 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (15 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (17 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (19 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (19 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (19 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (19 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (2 hari yang lalu)
INFODESA 10 Oktober 2018, 17:22 WIB 414 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Gubug Payung Prioritas Untuk Direvitilisasi Pemda Blora

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Gubug Payung Prioritas Untuk Direvitilisasi Pemda Blora
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BLORA, INFODESANEWS -Sektor pariwisata Gubug Payung menjadi prioritas agar segera di selesaikan untuk menggenjot PAD di Sektor pariwisata sesudah bandara udara di Ngloram dibangun agar menimbulkan multiplier effect bagi kemajuan roda perekonomian warga Blora.

Wakil Bupati Blora, H. Arief Rohman, M.Si saat melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi wisata Gubug Payung di Desa Temengeng, Kecamatan Sambong, Senin (8/10/2018) lalu, mengungkapkan Peninjauan ini sebagai upaya untuk reaktivasi objek wisata Gubug Payung milik Perhutani KPH Cepu yang sudah bertahun-tahun tanpa aktivitas dan mangkrak. Bahkan beberapa titik di Gubung Payung sudah rusak dan penuh dengan coretan. Kondisi ini diperparah dengan Loco Tour yang sudah tidak beroperasi lagi sejak terakhir pada tahun 2000 yang lalu.

“Kita akan gandeng Perhutani dan PT. KAI untuk mengaktifkan kembali objek wisata Gubug Payung ini. Perkiraan biaya yang dibutuhkan sebesar 30M. Untuk mengelola kawasan Gubug Payung, membenahi Loco Tour sekaligus relnya,” ujarnya.

“Kita ingin nanti setelah Bandara Ngloram terbangun, objek wisata Gubug Payung dan Loco Tour sudah dapat beroperasi kembali, sehingga nanti para pengunjung setelah turun dari pesawat di Ngloram, dapat kita arahkan untuk naik Loco Tour dari Cepu sampai Gubug Payung sambil menikmati hutan jati yang eksotis,” lanjutnya lagi.

Sebagaimana diketahui, kawasan Gubug Payung pernah mencatat sejarah di dunia perkayuan jati pada Agustus 2007 dengan rekor MURI jati terbesar, yaitu dengan diameter 3 m, tinggi 25 m dan termahal di dunia, dengan harga Rp. 1 miliar untuk satu batang tegakan, dengan perkiraan usia 150-200 tahun.

Pada kunjungan ini, Arief Rohman didampingi oleh Camat Sambong Retno Kusumowati, S.Sos., M.Si., dan Adm KPH Cepu Agus Yulianto. (Red)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi