Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (2 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (5 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Desa Sidoharjo, Mencapai Pajak Tertinggi Di Triwulan III (6 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Karang Rejo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (6 jam yang lalu) • Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (9 jam yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (11 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (11 jam yang lalu) • Antusias Warga Ramaikan Turnamen Orado Dalam Rangka HUT TNI Yang Digelar Kodim 0906/Kkr (11 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga Peringati HUT ke-81 TNI (14 jam yang lalu) • Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (18 jam yang lalu)
NASIONAL 24 Januari 2023, 21:38 WIB 2,618 PDF

Gundala Wejasena : Kurangi Ketergantungan Pupuk Bersubsidi, Gunakan Pupuk Kandang

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Gundala Wejasena : Kurangi Ketergantungan Pupuk Bersubsidi, Gunakan Pupuk Kandang
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BLORA,INFODESANEWS – Melalui peran serta Pemuda Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Blora, Pemerintah Kabupaten Blora mengajak para petani untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk bersubsidi dengan beralih menggunakan pupuk kandang serta lebih kreatif untuk menciptakan pupuk organik.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora, Gundala Wejasena dalam diskusi bersama Pemuda HKTI Blora dengan tema Peluang Bisnis di Bidang Pertanian Bagi Pemuda Kabupaten Blora di ruang pertemuan Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora, Selasa (24/01/2023).

Gundala menyebut, pupuk non subsidi di pasaran harganya cukup mahal dan kurang terjangkau oleh masyarakat. Untuk itu Pemuda HKTI diharapkan para petani agar lebih mandiri dan tidak bergantung pada pupuk bersubsidi dan petani perlu mencari alternatif. Diantaranya dengan mengajak petani menggunakan pupuk organik.

“Penggunaan pupuk organik selain sebagai alternatif atas kelangkaan pupuk subsidi, juga untuk mengembalikan kesuburan tanah,” terang Gundala.

Menurutnya, penggunaan pupuk kimia secara terus menerus akan membuat tanah mengeras dan kehilangan porositasnya.

“Belum lagi, ketika stok pupuk mengalami kelangkaan, petani yang sudah tergantung akan kesulitan mencarinya. Sehingga pupuk organik bisa menjadi alternatif dari ketergantungan petani terhadap pupuk kimia bisa terus berkurang.

Dulu, tambah Gundala, nenek moyang kita juga menggunakan pupuk yang berasal dari sekitar kita. Misal, dari kotoran hawan dan tumbuh-tumbuhan.

Penggunaan pupuk organik, lanjut Gundala, juga bertujuan untuk memperbaiki unsur hara tanah. Karena pemakaian pupuk kimia secara terus menerus membuat keasaman tanah semakin tinggi dan tanah semakin mengeras dan sulit diolah.

“Bila terus-menerus menggunakan pupuk kimia lahan pertanian semakin rusak dan mengeras kedepannya,” kata Gundala.

Dia tidak menampik banyak petani bergantung terhadap pupuk kimia. Ia berharap meskipun petani tidak bisa meninggalkannya langsung, secara bertahap petani mulai menggunakan pupuk organik sebagai penambah, sambil pelan-pelan beralih ke pupuk organik.

“Apalagi pupuk organik yang dibuat secara mandiri ini cukup murah dan menggunakan limbah yang banyak di sekitar kita,” pungkasnya.**Tim

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi