Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (5 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (8 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (9 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (9 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (9 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (10 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
PENDIDIKAN 14 April 2021, 23:20 WIB 2,227 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Guru Harus Dilindungi, Ketum PB PGRI Kecam dan Mengutuk Biadab KKSB

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Guru Harus Dilindungi, Ketum PB PGRI Kecam dan Mengutuk Biadab KKSB
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

PAPUA,INFODESANEWS – Kami mengutuk keras atas penembakan hingga menyebabkan tewasnya dua orang guru di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua dalam dua hari berturut-turut.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua umum (Ketum) Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Prof Unifah Rosyidi dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Minggu (11/4/2021).

Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang menewaskan dua guru Atas nama Oktavianus Rayo (42) dan Yonathan Renden (28) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, menyita perhatian banyak pihak. Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) mengecam dan mengutuk aksi tersebut.

Unifah mengatakan, guru adalah penyuluh peradaban bangsa yang bertugas mengabdikan diri untuk mencerdaskan generasi bangsa, sehingga harus dilindungi dalam menjalankan tugasnya. Maka itu, Unifah menyampaikan bahwa guru tidak sepatutnya ditembak.

“Dia (guru) bukan sosok yang berkonflik. Dia sosok pendidik anak-anak. Dia tidak terlibat atau termasuk kelompok kepentingan. Jadi siapa pun harusnya menghormati. Kalau sampai guru itu ditembak, dibunuh, itu menurut kami biadab,” ujar Unifah.

“Guru harus dilindungi, Di Papua kan kekurangan guru jadi kami minta agar mereka dilindungi pemerintah, dan aparat keamanan memberikan jaminan kepada para guru,” kata Unifah.

Diberitakan sebelumnya, KKSB pimpinan Sabinus Waker dilaporkan juga membakar sejumlah sekolah di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, yaitu SD Jambul, SMPN 1, dan SMA 1 Beoga.

Kecaman atas aksi biadab itu juga datang dari Wakil Gubernur Papua, bapak Klemen Tinal yang mengatakan aksi dan pelaku penembakan guru di Papua adalah perbuatan biadab, hal yang sama juga diungkapkan oleh bupati Puncak Wilem Wandik.

Aksi biadab KKB ini menodai nilai-nilai kemanusiaan. “Guru dan tenaga medis adalah pejuang kemanuasiaan mereka sepatutnya mendapat perlindungan,” ungkap Wandik beberapa waktu lalu.(@)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #PENDIDIKAN #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi