LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Partai Gerindra Dwi Riyanto, menghadiri kegiatan ruwatan desa atau peringatan hari jadi desa yang ke-26 tahun dirangkai dengan peringatan Tahun Baru Suro
yang dipusatkan di RT 03 Dusun Girijaya 1 Desa Triharjo Kecamatan Merbau Mataram, Minggu (13/7/2025)
Dalam kesempatan tersebut, Dwi mengajak seluruh warga untuk menjaga tradisi leluhur sekaligus menyukseskan program unggulan Pitu Vista yang diusung duet kepemimpinan Egi–Syaiful.
Kegiatan yang sarat nilai spiritual dan budaya ini dihadiri ratusan warga dari berbagai kalangan. Ruwatan desa dan peringatan 1 Suro digelar sebagai bentuk ungkapan syukur dan doa keselamatan bagi masyarakat, serta menjadi momentum introspeksi dan harapan di tahun baru Jawa.
Dalam sambutannya, Anggota DPRD Lampung Selatan, yang berjuluk konco yasinan itu, menyampaikan bahwa budaya lokal seperti ruwatan dan peringatan Suro harus tetap dilestarikan karena menjadi bagian dari identitas masyarakat Jawa. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pelestarian budaya dan kemajuan pembangunan daerah.
“Ruwatan dan Suro bukan sekadar tradisi, tapi doa dan harapan agar desa kita selalu dalam lindungan Tuhan. Mari kita jaga budaya ini, sekaligus kita dukung program Pitu Vista Egi–Syaiful untuk membangun desa lebih baik lagi,” ujar anggota DPRD dari besutan Partai yang berlambang kepala Gatuda itu.
Ia menambahkan, program Pitu Vista menjadi salah satu langkah konkret dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di desa. “Program ini pro-rakyat dan menyentuh langsung masyarakat desa. Maka saya mengajak seluruh warga agar ikut menyukseskan,” tegasnya.
Mantan komisioner KPU Lampung Selatan dua periode ini juga menjelaskan, bahwa sejatinya ruwatan adalah tradisi sebagai ungkapan rasa syukur dan memohon keberkahan di awal tahun sekaligus memohon dihindarkan dari segala bencana baik bencana sosial maupun bencana alam.
“Ruwatan juga sebagai ungkapan terimakasih kepada Egi-Syaiful yang telah cepat tanggap dalam memenuhi apa yang menjadi harapan masyarakat khususnya desa triharjo, dengan membangun jembatan yang putus karena bencana alam, perbaikan infra struktur jalan, bedah rumah, dan lain-lain.”paparnya.
Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, ditutup dengan doa bersama dan potong tumpeng oleh kepala Desa Santoso sebagai simbol syukur dan harapan akan keselamatan, kesejahteraan, serta keberkahan di tahun baru. (Red)