Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (18 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (21 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (23 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (2 hari yang lalu)
INFODESA 14 Desember 2018, 11:44 WIB 479 kali dibaca ~1 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Harga Getah Karet Di Lampung Selatan, Terus Menurun

Penulis: Redaktur Lampung
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Harga Getah Karet Di Lampung Selatan, Terus Menurun
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — para Petani karet di Kabupaten Lampung Selatan keluhkan merosotnya harga jual yang terus mengalami kemerosotan.

Sejak sebulan terahir harga terus merosat, yang tadinya sudah mencapai Rp. 9000 lebih perkilo kini turun jadi Rp. 7.500 perkilonya ditambah ini memasuki musim hujan. Karna kalau turun hujan hasil getah pun menurun,

“Selain merosotnya harga juga penurunan hasil getah, sebab aktifitas penyadapan karet juga tergantung cuaca, apalagi yang saat ini masuki musim penghujan.”kata Kuwat (50) warga Kecamatan Sidomulyo pada Infodesanews.com, Jum,at (14/12)

Menurut Kuwat, pengaruh cuaca juga sangat besar terhadap hasil getah karet karena selain getahnya mengalami penurunan, penyadapan juga tidak bisa dilakukan dengan terus menerus karena bergantung dengan cuaca.

“Aktivitas penyadapan karet yang saat ini sangat bergantung dengan cuaca. Jika cuaca hujan, getah karet tidak dapat diambil dan berkualitas buruk lantaran bercampur dengan air. Jadi harus menunggu dulu hingga kering,” kata dia lagi.

Kalau kita punya Kebon sendiri masih mending daripada tidak ada pemasukan. “Kalau kita nyadap punya orang lain atau bagi hasil, Ya kasihan juga dengan terus merosotnya harga.”pungkas Kuwat. (Sg)

 

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi