Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (4 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (2 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (2 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu)
INFODESA 29 Desember 2018, 22:07 WIB 973 PDF

Hari Ini Gunung Anak Krakatau Tampak Tenang

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Hari Ini Gunung Anak Krakatau Tampak Tenang
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Gunung Anak Krakatau (Gak) mulai menunjukan perubahan yang bagus dari pandangan kasat mata dari Pos pantaun Gak yang berada di desa Argopancuran Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan, yang jaraknya kurang lebih 40 kilometer dari Gak.

Berdasarkan keterangan kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suwandi ketinggian gunung anak krakatau sekitar 100 meter dari ketinggian Air laut.

“Sementara Angin yang berhembus di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau mengarah ke Barat atau ke arah Provinsi Banten.”Sejak dua hari terakhir hingga saat ini suasana agak cerah, dan sudah tidak terdengar lagi suara dentuman yang di barengi kilat.”ujar Andi.

Hingga petang Gunung Anak Krakatau hanya terdengar 2 kali letusan dengan mengeluarkan abu vulkanik hingga setinggi 1 Kilometer.

“Pertama terjadi letusan pada pukul 12.00. Wib dengan ketinggian material vulkanik setinggi 1 Km dan kedua pukul 14.00 ketinggian abu vulkanik 700 meter.
“Letusan yang terjadi pada hari Jum,at (28/12) hanya dua kali, ini berdasarkan penglihatan Kasat mata.”Mulai pukul 10.00 wib pagi tadi sudah tak terdengar lagi suara suara tersebut.”kata Andi pada Infodesanews.com. Sabtu (29/12)

Dijelaskan ketinggian Gunung Anak Krakatau sekitar 100 meter dari permukaan Air laut, itu semua di karnakan pada saat pertama terjadi Tsunami telah mengalami kelongsoran sekitar kurang lebih 64 hektar.

“Kalau kondisi ketinggian Gunung Anak Krakatau 100 meter diatas Air Laut kemungkinan kecil akan terjadi erupsi yang dapat menyebabkan tsunami, seperti yang terjadi Sabtu malam lalu.
“Kalau ketingian seperti ini kecil kemungkinan timbulkan tsunami.”terang Andi.

Namun kami tatep menghimbau untuk para nelayan jangan dulu untuk mendekati anak gunung krakatu, di karnakan untuk pada saat ini status GAK masih lefel 3 atau posisi waspada,”pungkas Andi. (Sg/Slmt)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi