Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (49 menit yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (1 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (3 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (3 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (3 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (11 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (11 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Sinar Rejeki, Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Penghubung (11 jam yang lalu) • Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (19 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (21 jam yang lalu)
INFODESA 09 Februari 2023, 17:17 WIB 1,823 PDF

Hari Pers Nasional, Hj. Siti Asiyah SE : Ayo menjaga Objektivitas Media

Admin Utama
Oleh: admin • ~5 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Hari Pers Nasional, Hj. Siti Asiyah SE : Ayo menjaga Objektivitas Media
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

PATI, INFODESANEWS | Ada pertanyaan penting di Hari Pers Nasional tahun 2023 ini. Apakah pers hari ini masih objektif? Tentu jawabnya dapat diperdebatkan, Kamis (9/2/23).

Atau justru jawabnya sangat subjektif, tergantung siapa yang bicara.” Soal objektivitas pers hari ini, patut menjadi tema besar insan pers di mana pun.

Apalagi di tengah era digital yang kian liar sumber informasinya. “Hingga pembaca semakin sulit memilah mana berita yang benar mana yang hoaks?

Sesuai dengan fungsinya, pers atau media bisa jadi satu-satunya pemberi informasi dan berita yang dapat diandalkan.

Tempatnya mencari berita yang objektif dan berimbang. Berita yang bersandar pada fakta dan data di lapangan.

Bukan sekedar memenuhi hausnya informasi masyarakat yang kian kepo. Maka, objektivitas pers menjadi sangat penting dipersoalkan kembali.”Lalu pertanyaannya, pers yang objektif menurut siapa?

Objektif harusnya bukan hanya berbasis logika. “Tapi hati nurani dan etika pun jadi acuan.

Berita yang mampu mengungkap keadaan yang sebenarnya. Tanpa dipengaruhi pendapat atau opini di jurnalis atau institusi medianya.

Objektivitas pers yang merujuk pada faktualitaas, keadilan, dan bersifat nonpartisan.

Karena itu, independensi pers atau jurnalis harus dikedepankan.”Agar setiap berita yang disajikan mampu menjadi informasi yang mencerdaskan dan berdampak positif bagi pembaca. Bukan sebaliknya, justru menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Info Medsos Sering Hoax Apalagi di tengah konstelasi politik yang menguat dan maraknya hoaks, insan pers memiliki tanggung jawab moral untuk mendidik masyarakat.

Melalui sajian berita dan informasi yang objektif. Berita yang mampu menjawab simpang siurnya berita atau “ketidakpastian” kondisi di lapangan. Pers yang objektif, sekaligus jadi saran pembelajaran bagi masyarakat. Tentang objektivitas dan cara pandang melihat persoalan kehidupan.

Tidak dapat dipungkiri, berita itu ada yang sesuai fakta. Ada pula yang tidak sesuai fakta. Karena itu, insan pers harus berdiri di tengah.

Tidak memihak dan tetap berimbang untuk menyajikan berita apa pun. Di era serba digital seperti sekarang, justru satu-satunya sumber informasi yang valid adalah pers atau media. Namun bila objektivitas pers sudah terkontaminasi, lalu ke mana lagi masyarakat bisa mencarinya?
Objektivitas pers memang patut dikedepankan.

Agar masyarakat pun mampu melihat suatu peristiwa dari sudut pandang yang benar. “Karena berita yang baik belum tentu benar.

Berita apa pun harus terbebas dari kepentingan insan pers atau institusi medianya. Berita tidak perlu mengejar siapa yang salah pada satu kasus.

Tidak perlu pula berita menyudutkan pihak tertentu. Karena berita hanya menyajikan fakta dan data yang sebenarnya.

Westerstahl dalam McQuail (2005) tentang objektivitas pers harus menjunjung tinggi dua hal, yaitu 1) faktualitas yang bertumpu pada kebenaran dan relevansi dan 2) keadilan yang bertumpu pada keberimbangan dan netralitas.

Maka berita yang objektif tidak cukup hanya benar dan relevan bila tidak memenuhi berimbang dan netral. Karena itu, berita apa pun harus bersifat faktual dan adil.

Bukan berita yang menyesatkan atau berita yang tidak didasari iktikad baik.
Berita, tentu bukan hanya harus cepat dan harus terdistribusi luas.

Tapi berita pun harus akurat dan valid. Karenanya, setiap insan pers harus berani menyingkirkan segala hal subjektif.

Tetap netral dan proposrsional dalam pemberitaan. “Berita yang tidak harus memojokkan pihak tertentu. Sebagai pembelajaran kepada masyarakat akan pentingnya sikap objektif.

Ketika Jurnalisme Memunggungi Demokrasi
Sejatinya, berita bukan hanya untuk diketahui. “Melainkan harus dipahami sebagai kebenaran informasi.

Objektivitas berita jadi indikator penting media massa.Tanpa objektivitas, kualitas informasi yang diberitakan pun jadi bermasalah.

Berita yang tidak patut dipercaya karena 1) beritanya tidak komprehensif dan tidak mencerdaskan, 2) beritanya kurang akurat dan tidak jujur, dan 3) beritanya tidak berimbang dan tidak adil.

Maka kualitas berita menjadi penting dijaga setiap insan pers di mana pun dan media apa pun.

Bukan hanya mengejar berita yang sensasional tanpa esensi.”
Sejatinya, berita yang objektif mampu memberi dampak positif bagi masyarakat.

Berita yang memicu respon positif untuk menjadikan tatanan masyarakat yang lebih baik. Bukan berita yang gampang “digoreng” ke sana ke mari.

Bertebaran jadi hoaks tanpa bisa dipertanggungjawabkan. “Itulah peran insan pers dan media massa untuk terus menyuarakan kebenaran yang hakiki, tanpa keberpihakan sedikit pun.

Untuk menyajikan berita, bukan cerita.alu pertanyaannya, pers yang objektif menurut siapa?
Objektif harusnya bukan hanya berbasis logika.

Tapi hati nurani dan etika pun jadi acuan. Berita yang mampu mengungkap keadaan yang sebenarnya.

Tanpa dipengaruhi pendapat atau opini di jurnalis atau institusi medianya. Objektivitas pers yang merujuk pada faktualitaas, keadilan, dan bersifat nonpartisan. Karena itu, independensi pers atau jurnalis harus dikedepankan.

Agar setiap berita yang disajikan mampu menjadi informasi yang mencerdaskan dan berdampak positif bagi pembaca. Bukan sebaliknya, justru menimbulkan kebingungan.

Info Jurnalis Akurat, Info Medsos Sering Hoax, apalagi di tengah konstelasi politik yang menguat dan maraknya hoaks, insan pers memiliki tanggung jawab moral untuk mendidik masyarakat.

Melalui sajian berita dan informasi yang objektif. “Berita yang mampu menjawab simpang siurnya berita atau “ketidakpastian” kondisi di lapangan. Pers yang objektif, sekaligus jadi saran pembelajaran bagi masyarakat. Tentang objektivitas dan cara pandang melihat persoalan kehidupan.

Tidak dapat dipungkiri, berita itu ada yang sesuai fakta. Ada pula yang tidak sesuai fakta.

Karena itu, insan pers harus berdiri di tengah. Tidak memihak dan tetap berimbang untuk menyajikan berita apa pun.

Di era serba digital seperti sekarang, justru satu-satunya sumber informasi yang valid adalah pers atau media. Namun bila objektivitas pers sudah terkontaminasi, lalu ke mana lagi masyarakat bisa mencarinya?
Tapi ditengah hiruk pikuknya media konvergensi, saya meyakini objektivitas media kita masih terjaga.

Selamat Hari Pers Nasional, “Pers Sehat negara kuat”. Kata Hj siti asiyah ,S.E, Anggota dprd fraksi pdi perjuangan.(Red)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi