Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (8 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (11 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (14 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (15 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (15 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (15 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (16 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
NASIONAL 29 Januari 2020, 21:36 WIB 2,049 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Hendy Prayogi Sebut Angka Korban Investasi Bodong Di Lampung Cukup Tinggi

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Hendy Prayogi Sebut Angka Korban Investasi Bodong Di Lampung Cukup Tinggi
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Warga Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan antusias ikuti Sosialisasi Edukasi Pasar Modal dan Waspada Investasi Bodong yang dilaksanakan di wilayah setempat. Rabu (29/1/2020).

Dengan narasumber dari Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, Milado Fani dan Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Lampung, Hendy Prayogi.

Milado Fani selaku pengawas pasar modal OJK Provinsi Lampung menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai salah satu bentuk pelaksanaan program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Lampung bekerjasama dengan TPKAD Lampung Selatan, BEI dan desa nabung saham Sidorejo Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan.

Menurut Kepala Perwakilan BEI Provinsi Lampung, Hendy Prayogi, untuk memangkas mata rantai perluasan korban investasi bodong, masyarakat harus memahami ciri-cirinya.

“Angka korban investasi bodong di Lampung cukup tinggi, begitu pula di Kabupaten Lampung Selatan. Sosialisasi ini adalah langkah awal agar masyarakat mengerti ciri-ciri investasi bodong dan BEI Lampung akan terus malakukan sosialisasi dan edukasi khususnya ke daerah pedesaan” jelasnya.

Camat Way Panji, Isro Abdi, diwilayahnya belum ada laporan dari masyarakat yang menjadi korban investasi bodong.

“Alhamdulillah, untuk di Way Panji tidak ada yang korban atau ada tapi tidak melapor atau malu untuk melapor begitu saudaraku” papar camat kepada awak media.

Isro juga berharap dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat dapat lebih berhati-hati lagi dalam memilah investasi yang legal.

“Saya juga berterima kasih kepada OJK Provisi Lampung dan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Lampung yang telah memberikan wawasan kepada masyarakat. Semoga kedepan masyarakat lebih berhati-hati kalau mau berinvestasi agar tidak terkejebak dengan imin-iming bunga besar yang dijanjikan oleh lembaga keuangan bodong” jelasnya. (rilis)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi