Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (15 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (18 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (20 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (22 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (22 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (22 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (22 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (2 hari yang lalu)
INFODESA 13 Desember 2018, 06:36 WIB 712 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Jadi Pelopor Transaksi Non Tunai, Pemkab Pati Mendapat Apresiasi Gubernur Jateng

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Jadi Pelopor Transaksi Non Tunai, Pemkab Pati Mendapat Apresiasi Gubernur Jateng
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

PATI, INFODESANEWS – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan apresiasinya pada Pemerintah Kabupaten Pati yang telah menjadi satu-satunya kabupaten di Jateng yang telah melakukan transaksi secara nontunai (cashless) untuk pembayaran seperti gaji, honor, hibah, rekanan proyek, dan lain-lain.

Hal ini terungkap hari ini  saat Bupati Pati Haryanto dan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) menghadiri acara Rakorpok di Ruang Pragolo Setda Kabupaten Pati. Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Suharyono yang melaporkan hal itu menegaskan bahwa sistem yang diapresiasi Bupati ini diyakini dapat mencegah terjadinya praktik korupsi dan pungli di daerah.

“Kabupaten Pati mulai gencar menerapkan gerakan ini dan terbukti dengan transaksi nontunai, pendapatan daerah mereka meningkat secara signifikan. Oleh karena itu saya meminta kabupaten/kota lainnya segera mengikuti serta mencontohnya,” kata Ganjar, baru-baru ini saat Sekda Pati menghadiri acara Penandatanganan Deklarasi Komitmen Implementasi Transaksi Nontunai Pemerintah Daerah se-Jateng, yang digelar di Hotel Gumaya Semarang.

Pemberlakuan transaksi nontunai ini diyakini Ganjar dapat meningkatkan pendapatan karena kebocoran di lapangan akan lebih banyak yang bisa dicegah. Ditegaskan Ganjar, Pati adalah Kabupaten pertama yang menerapkannya. “Sedangkan lainnya adalah kotamadya-kotamadya yang memang berada di kota besar,  yaitu kota Surakarta, Salatiga, dan Magelang”, imbuh Ganjar.

Terhitung mulai 1 Januari 2018, Pemerintah Kabupaten Pati telah memberlakukan transaksi nontunai tersebut. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pati Suharyono dalam acara tersebut juga menegaskan bahwa kebijakan ini selain untuk memenuhi Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 910/1866/SJ tanggal 17 April 2017, tentang Implementasi Transaksi Non Tunai, sistem ini juga bertujuan untuk mencegah praktek pemotongan anggaran oleh oknum tertentu.

“Dengan layanan tersebut, anggaran yang dicairkan bisa diterima langsung oleh pihak yang bersangkutan melalui nomor rekening dari bank yang sudah bekerja sama dengan Pemda, tanpa ada potong sedikitpun”, tegasnya.

Menanggapi capaian tersebut, Bupati Pati Haryanto dan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) mengaku puas lantaran selama ini pihaknya memang senantiasa memberikan dorongan demi terimplementasikannya sistem tersebut.

“Kami selalu berusaha mendorong terciptanya penyelenggaraan pemerintahan yang transparan berbasis elektronik-government (E-Govt)”,terang Bupati. Diakui Bupati, memang hingga saat ini di tingkat nasional sekalipun belum banyak Kabupaten yang berani menerapkannya. Hal ini  lantaran masih banyak Pemkab yang belum mempunyai SDM dan infrastruktur yang mumpuni untuk menerapkannya.

Senada dengan Bupati, Safin juga mengaku selalu mendorong dan mengarahkan agar program transaksi non tunai ini bisa sejalan dan bersinergi dengan Pati Smart City.

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi