Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (19 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (22 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (2 hari yang lalu)
NASIONAL 04 Januari 2022, 10:56 WIB 1,998 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Jadi Perbincangan Dimedsos, Nur Chamim Angkat Bicara Terkait Belikan Anak 3 Unit Mobil

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Jadi Perbincangan Dimedsos, Nur Chamim Angkat Bicara Terkait Belikan Anak 3 Unit Mobil
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

PATI,INFODESANEWS.COM – Viral Kisah Anak Sultan Pengusaha Madu dan jual beli Tanah menjadi pembicaraan dimedsos serta media Nasional. “Selain itu, Carik Gajihan Nur Chamim adalah seorang yang riwayat sejarahnya dulu sangat menderita sekali.

Dalam hidup di keluargaku dulu untuk Makan sehari-hari aja kurang dan kalau mau makan lauk pindang 1 aja dibagi dengan ibu serta dicampuri sama garam.” kemudian, Riwayat saya ini mau jajan aja nggak bisa.

Karena tidak punya uang, Sehingga saya cari kapuk untuk dijual agar bisa beli jajan, disebabkan kami memang anak kurang mampu. “Disinilah, Saya kemudian merantau ke jakarta menjadi tukang batu agar bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan membantu kedua orang tua kami.

Inilah cerita singkat sejarah jehidupan kami kalau teringat pasti sedih Mas.”  Namanya saya anak kurang mampu ya pasti dihina orang, dibully serta dijauhi, Selasa (4/1/21).

Tetapi hal itu tidak membuat saya putus asa.” disitulah menjadi semangat saya untuk kerja keras agar bisa membahagiakan keluarga dan orang tuaku.”Lebih lanjut, Semenjak ada hasil dari jual madu dan jual beli tanah di kehidupan keluarga kami akhirnya menjadi cukup.

Maka dalam Proses hidup saya sekarang sudah membaik.” disinilah saya mendaftar menjadi PNS keterima dan saya mengabdi di pemerintah.” Sementara ini, Saya dipindah menjadi Sekdes Desa Gajihan itu saya sudah menjabat sekitar 20 Tahun.”Untuk gaji Per Bulan hanya 3,5 juta dan ditambah tunjangan kurang lebih 1 Juta itu semua tidak cukup buat gaji karyawan saya dirumah.” Kata Carik Gajihan.

Untuk hadiah ini merupakan kejutan bagi anak karena mendapat ranking 1.” ia minta berupa mobil Jeep Rubicon, Toyota Alpard, dan Honda H-RV.” kemudian dari Dua saudara kakak beradik itu pun mengaku tak ingin pamer dari aksinya itu. Mereka pun tidak menyangka langkah untuk membahagiakan keluarganya itu berujung viral di media sosial.

“Dengan adanya viral ini saya mohon maaf dan sekali lagi kita tidak berniat takabur serta juga sombong, tetapi hal ini saya kaget bisa viral di medsos kayak gini,” ujar Nur Chamim sekdes Gajihan kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati.

Sementara itu, Pihak keluarga hanya ingin membahagiakan dengan membelikan hadiah mobil. “Ia pun meminta masyarakat tidak menilai buruk kepada kami. “Bukan niatan pamer atau viral di Pati. Karena saya mungkin paling kecil dibagikan penguasa di Kabupaten Pati. Harta saya mungkin hanya beberapa dibandingkan pengusaha lainnya,” Papar Nur Chamim  yang aktif di HIPMI dan Kadin Pati.

Saat dalam penyerahan mobil memang dikawal oleh pihak kepolisian.” tetapi sebelumya kami sudah mengirim surat ke pihak kepolisian dan saya khawatir karena bersamaan dengan Tahun Baru.” Ia pun menilai hal itu merupakan kewajaran saja agar tidak menimbulkan kemacetan di jalan.

Awalnya mobil-mobil tersebut saya stop di Demak, di paman saya biar pengiriman jadi satu dan aman. “Biar tidak menganggu lalu lintas, kami meminta pengawalan kepada Satlantas Polres Pati,”tuturnya.(@Gus)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi