Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (15 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (18 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (20 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (22 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (22 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (22 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (22 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (2 hari yang lalu)
INFODESA 22 Juli 2024, 23:06 WIB 1,889 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Jalan Kabupaten Wuni Geneng Hilang di Daftar Pembangunan 2024

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Jalan Kabupaten Wuni Geneng Hilang di Daftar Pembangunan 2024
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BLORA, INFODESANEWS – Jalan penghubung antar desa di Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora rusak parah. Bahkan jalan yang menjadi akses utama masyarakat dan pertanian itu sudah bertahun-tahun belum diperbaiki.

Pantauan infodesanews.com, Jalan Kabupaten ini yang menghubungkan Desa Pule dengan Desa Geneng kondisinya rusak parah.

Tidak ada aspal yang melapisi jalan tanah tersebut, membuat debu beterbangan saat dilalui kendaraan. Lubang di jalan tersebut pun menjadi kubangan saat diguyur hujan deras.

Kepala Desa Geneng, Jati mengungkapkan, jalan tersebut sudah bertahun-tahun rusak dan belum ada perbaikan.

“Sudah bertahun-tahun kondisinya rusak parah, padahal panjangnya hanya sekitar satu kilometer, tapi tidak kunjung diperbaiki,” terangnya kepada infodesanews.com, Senin (22/7/2024).

Jati menambahkan, warga yang dari atas dari Waru, Soko dan Pule kalau ke pasar Jepon itu lewatnya sini dan saya juga berharap karena warga itu kalau musim hujan belethok (berkubang) kalau musim kemarau kebul (berdebu). Jalan ini umpama ada kegiatan yang sifatnya Nasional ditutup lewatnya jalan ini tidak ada jalan alternatif yang lain.

“Saya sudah berulang kali mengajukan dan kemarin saya mendampingi juga untuk pengukuran tapi saya lihat di daftar pembangunan jalan tahun ini kok nggak ada gitu loh saya itu,” ujarnya.

Lanjutnya, saya berharap banget karena saya malu sebagai Kepala Desa itu warga mengeluh terus, kalau jalan desa semua sudah bagus, PR saya kan jalan yang Kabupaten ini.

“Sebenarnya tahun 2024 ini, saya berharap dibangun supaya kegiatan ekonomi dari masyarakat dari ujung atas semua itu lewat sini, dan disini juga ada sekolah menengah yaitu SMK Jepon yang sekolah kebanyakan dari atas semuanya,” pintanya.

Lebih lanjut, ini merupakan jalan Kabupaten, sebenarnya yang rusak ini tidak ada satu kilo cuma sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya

Kemarin waktu pengukuran kita mendapat dana 1 Miliar yang mungkin dapatnya sekitar 300 meter untuk cor beton, saya dampingi pengukuran tapi saya lihat kok hilang.

“Mudah-mudahan kalau ada perubahan diutamakanlah jalan untuk poros ini karena ini sangat-sangat membantu ekonomi aktivitas warga sangat terganggu,” pungkasnya.(SM/Red)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi