LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Duka mendalam menyelimuti keluarga dan masyarakat Lampung Selatan atas meninggalnya salah satu jamaah haji asal daerah ini di tanah suci Mekkah. Almarhum meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji dan telah dimakamkan di Mekkah sesuai ketentuan.
Sebagai bentuk kepedulian dan rasa belasungkawa, anggota DPRD Lampung Selatan, dari Fraksi Gerindra, Dwi Riyanto, hadir dalam acara takziyah sekaligus malam ketujuh di kediaman almarhum di Dusun Rejosari Desa Sinar Ogan Kecamatan Tanjung Bintang, Rabu (26/6/2025)
Dalam sambutannya, Anggota DPRD Lampung Selatan Dapil 6 Lampung Selatan, Dwi Riyanto menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga. Ia juga menguatkan dan memberi motivasi agar keluarga almarhum ikhlas dan sabar menghadapi musibah ini.
Selain itu, Dewan yang berjuluk konco yasinan itu turut menyampaikan taushiyah, mengingatkan pentingnya keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.
“Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,”ujar mantan komisioner KPU Lampung Selatan ini.
Dalam tausiyahnya Anggota Dewan yang berjuluk konco yasinan itu mengutip salah satu hadis Nabi Muhammad SAW.
“Siapa yang bertakziyah atas musibah akan mendapat pakaian kemuliaan di hari kiamat.”ucap Legeslatif dari Dapil 6 Lampung Selatan yang meliputi Kecamatan Merbau Mataram, Tanjung Bintang dan Kecamatan Tanjung Sari.
Selain itu, ia juga menyampaikan kutipan hadist Nabi Muhammad Saw. Diterangkan bahwa setiap muslim meninggal di hari Jumat atau malam Jumat maka Allah akan menjaganya dari fitnah (siksa) kubur.
Diketahui Supiun bin Salim (84) jemaha asal Dusun Rejosari Desa Sinar Ogan Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan, tercatat Kloter 56JKG gelombang 2 meninggal pada tanggal 20 Juni 2025, usai melaksanakan rangkaian ibadah haji di tanah suci. Almarhum di jadwalkan kepulangan pada 5 Juli 2025 Namun Allah berkehendak lain dan lebih dulu memanggil.
Hadir pula dalam acara takziyah tersebut para tokoh agama, aparatur desa, dan masyarakat setempat. Kegiatan berlangsung khidmat diiringi pembacaan Surat Yasin dan doa bersama untuk almarhum. (Red)