Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (3 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (6 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (9 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (10 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (10 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (10 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (11 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 23 Agustus 2025, 10:16 WIB 2,395 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Kebakaran Sumur Minyak di Blora Tewaskan Korban Jiwa, Grek Aktivis FBS Soroti Lemahnya Pengawasan Keselamatan

Penulis: Kabiro Blora
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Kebakaran Sumur Minyak di Blora Tewaskan Korban Jiwa, Grek Aktivis FBS Soroti Lemahnya Pengawasan Keselamatan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Kebakaran melanda sumur minyak rakyat di Desa Gadu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. Insiden yang menelan korban jiwa ini meninggalkan trauma mendalam bagi warga dan menyoroti kembali buruknya tata kelola keselamatan pertambangan minyak skala rakyat.

Aktivis dari Front Blora Selatan (FBS), Grek, menegaskan bahwa kebakaran ini bukanlah musibah alam, melainkan akibat dari pengabaian prosedur keselamatan kerja (SOP) yang seharusnya menjadi standar mutlak.

“Tragedi di Gadu Bogorejo adalah bom waktu yang akhirnya meledak. Dari awal tidak ada upaya serius untuk menegakkan regulasi keselamatan,” ujar Grek, Sabtu, (23/8/2025).

Grek menilai pemerintah dan pihak terkait gagal memastikan standar keselamatan yang layak di lokasi pengeboran rakyat. Ia menguraikan beberapa pelanggaran SOP yang sering terjadi, seperti ketiadaan alat pemadam kebakaran yang memadai, pekerja yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang layak, serta minimnya pengawasan berkala dari pemerintah daerah dan Kementerian ESDM.

“SOP keselamatan adalah jaminan hidup pekerja. Ketika diabaikan, yang terbakar bukan hanya sumur, tapi juga nyawa,” tegasnya.

Grek mengkritik pola respons pemerintah yang dinilainya selalu datang setelah insiden terjadi. Pemerintah seperti pemadam kebakaran yang hanya datang saat musibah, tanpa upaya pencegahan yang maksimal.

Untuk mencegah terulangnya tragedi serupa, FBS mendesak pemerintah mengambil langkah-langkah konkret, seperti Penutupan sementara sumur ilegal yang tidak memenuhi SOP. Legalisasi terbatas dengan syarat penerapan SOP yang ketat. Keterlibatan Pertamina dalam pengawasan teknis dan Penyediaan edukasi dan pelatihan keselamatan kerja bagi penambang.

“Setiap nyawa yang hilang adalah bukti kegagalan negara. Kami akan terus bersuara agar tata kelola sumur minyak rakyat diperbaiki, demi mencegah korban jiwa di masa depan,” pungkasnya.**Red

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora

Kabiro Blora

Kepala Biro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi