Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (2 jam yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (9 jam yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (9 jam yang lalu) • Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (11 jam yang lalu) • Dukung Perencanaan Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musrenbangdes (12 jam yang lalu) • Duta Baca Desa di Blora Dorong Generasi Muda Manfaatkan Gadget untuk Literasi dan Potensi Desa (13 jam yang lalu) • Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (1 hari yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (1 hari yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (1 hari yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (1 hari yang lalu)
INFODESA 17 Maret 2021, 09:45 WIB 2,129 PDF

Kelompok Tani di Lima Desa Mendapat Bantuan Bibit Padi dari Bupati Pati

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Kelompok Tani di Lima Desa Mendapat Bantuan Bibit Padi dari Bupati Pati
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

PATI,Infodesanews.com – Di Balai Desa Banjarsari Kecamatan Gabus, hari ini (15/3) Bupati Pati Haryanto menyerahkan bantuan bibit padi kepada kelompok tani di lima desa.
Bupati hadir didampingi Plt Kadis Pertanian Muhtar serta Kepala BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetyo.

Bupati menyebut jika banjir pada tahun 2021 ini berdampak luas pada sektor pertanian. Wilayah terparah meliputi Jakenan, Gabus, serta Sukolilo.

Untuk saat ini, Pemerintah Kabupaten Pati telah mengusulkan bantuan bibit untuk 5.200 hektar. Namun untuk saat ini, baru terealisasi 2.270 hektar.

“Untuk saat ini, petani memang sudah menyiapkan masa tanam. Kalau bibit padi ini dibagikan lewat satu atau dua minggu lagi, maka tidak ada artinya. Saya melalui pak Muhtar meminta agar segera dibagikan bila ada bantuan. Jumlahnya cukup banyak, 69 ton,” jelas Bupati.

Haryanto mengajak kepada petani agar tetap semangat dan tidak perlu bersedih, karena banjir ini adalah musibah yang terjadi bukan hanya di Kabupaten Pati namun juga melanda daerah-daerah lain.

Untuk itu, Haryanto mengatakan jika banjir di wilayah Kabupaten Pati ini bisa diatasi jika memang ada kemauan dan upaya dari pemerintah pusat untuk menormalisasi sungai dari hulu sampai hilir.

“Jadi normalisasi itu tidak bisa sepotong-sepotong, harus menyeluruh. Nanti juga akan ada penampungan-penampungan air untuk irigasi. Konsepnya memang seperti itu,” ucap Haryanto.

Bupati berpesan agar bibit padi ini dibagikan kepada petani dan dimanfaatkan sebaik-baiknya dan jangan sampai diperjual belikan. Mengingat, untuk mendapatkan bantuan bibit padi ini tidaklah mudah.

Dirinya mengajak agar para petani juga ikut asuransi agar pada saat sda bencana alam, petani akan mendapatkam ganti rugi.
“Ini yang kami prioritaskan adalah mendapatkan asuransi PT Jasindo. Nanti perhektar mendapatkan ganti rugi 6 juta rupiah. Untuk saat ini bantuan bibit padi yang terealisasi sudah 60%. Nanti sisanya akan kita berikan berikutnya”, papar Bupati.

Sebelumnya, Bupati Pati Haryanto bersama Wakil Bupati Pati Saiful Arifin telah menyerahkan bantuan bibit padi kepada kelopok tani di Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan. Secara simbolis bantuan bibit padi diterima oleh kelompok tani Desa Karangrowo, Desa Sidoarum dan Desa Kedungmulyo.

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mengatakan, tanaman padi merupakan tanaman andalan masyarakat di Kabupaten Pati ini. Menurutnya, kendala terbesar petani bantaran sungai Juwana ada dua macam. Saat musim hujan terkena dampak kebanjiran, dan saat musim kemarau sawahnya tidak dapat ditanami akibat kekeringan.

Dirinya sangat yakin jika sungai Juwana ini dinormalisasi secara tuntas, nantinya petani di bantaran sungai Juwana ini bisa panen tiga kali.

“Artinya menambah ekonomi. Tergantung petaninya, nanti mau tanam padi ataupun palawija. Dan mari kita diskusi bareng agar para petani ini bisa menghasilkan seperti apa yang merek harapkan.” pungkasnya.(@Gus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi