Kamis, 1 Oktober 2026
TERKINI
• Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Blora, 13 Siswa SDN 1 Tutup Alami Keluhan (3 menit yang lalu) • Polres Blora Bongkar 5 Kasus Narkoba, 8 Tersangka Diamankan (4 jam yang lalu) • 63 Prajurit Kodim 0721/Blora Naik Pangkat, Dandim Tekankan Tanggung Jawab Lebih Besar (7 jam yang lalu) • Revitalisasi KB Aisyiyah Dologan: Bangunan Baru, Semangat Baru untuk Anak Usia Dini (7 jam yang lalu) • Teguhkan Nilai-Nilai Pancasila Danramil Tenggarong Hadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila (8 jam yang lalu) • Pancasila Dikumandangkan, Keadilan Dipertanyakan (11 jam yang lalu) • Renungan Suci di Tugu Pancasila Blora, Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Pancasila (19 jam yang lalu) • Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (21 jam yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (1 hari yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (1 hari yang lalu)
INFODESA 06 Oktober 2021, 11:17 WIB 1,160 PDF

Kembali Level 3, Bupati Pati : PPKM Jawa-Bali Mulai 5 Hingga 18 Oktober 2021

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Kembali Level 3, Bupati Pati : PPKM Jawa-Bali Mulai 5 Hingga 18 Oktober 2021
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

PATI,INFODESANEWS.COM – Sesuai Instruksi Mendagri (Inmendagri) nomor 47 tahun 2021 yang mengatur PPKM Jawa-Bali mulai 5 hingga 18 Oktober 2021, status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pati kembali ke level 3 dari yang semula berada di level 2.

Hal itu terungkap saat Bupati Pati Haryanto diiwawancarai di Gedung DPRD Pati, usai menghadiri rapat paripurna Selasa (5/10).

Bupati mengatakan bahwa perubahan level ini tidak terkait jumlah kasus Covid-19 aktif, melainkan karena distribusi vaksin oleh pemerintah pusat, dimana untuk Pati, vaksin dari pusat belum mencapai 50 persen dari jumlah penduduk.

“Oleh karena itu kalau Pati menjadi level 3 lagi kami mengikuti saja karena itu yang mengatur pemerintah pusat, yang jelas ini bukan karena peningkatan kasus aktif tapi karena distribusi vaksin pemerintah pusat”, tegas bupati.

Sejauh ini progres vaksinasi di Pati baru mencapai sekitar 29 persen, kendalanya adalah karena suplai vaksin yang didapatkan Pati tidak begitu banyak.

“Kalau dibandingkan dengan daerah lain yang prosentasenya cepat naik, itu karena mereka memang daerah yang jumlah penduduknya kecil. Sedangkan di Pati kan jumlah penduduknya 1,4 juta. Sementara suplai vaksin yang kita dapat tidak begitu banyak, karena suplai untuk daerah dengan penduduk kecil hampir sama dengan daerah yang jumlah penduduknya besar seperti kita”, ungkap Bupati.

Haryanto menambahkan, pihaknya siap untuk menggalakkan percepatan vaksinasi Covid-19.

“Tapi kalau suplai vaksin kurang mau tidak mau kita tetap ketinggalan dengan daerah-daerah yang jumlah penduduknya kecil. Oleh karena itu saya berharap, kalau mau dipercepat, vaksin mustinya segera didatangkan”, harap Bupati.

Haryanto kembali menegaskan bahwa berapapun suplai vaksin yang didapat, pihaknya telah siap untuk segera menyuntikkannya, sebab jumlah petugas vaksinator di Pati cukup memadai.

“Kami punya 60 tim vaksinator, dan nanti akan kami tambah lagi dengan merekrut dari relawan-relawan”, pungkasnya.(@Gus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi