Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (13 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (20 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 19 Desember 2020, 13:59 WIB 2,617 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Kemenpora Akan Bangun Laboratorium Antidoping Di RSO Orthopedi Solo

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Kemenpora Akan Bangun Laboratorium Antidoping Di RSO Orthopedi Solo
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SOLO, INFODESANEWS | Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan membangun laboratorium antidoping yang memiliki standar World Anti-Doping Agency (WADA). Laboratorium antidoping tersebut akan dibangun di lahan Rumah Sakit Ortopedi (RSO) Prof. DR. R Soeharso Solo, Jawa Tengah. Hal ini dikatakan Menpora Zainudin Amali saat mengunjungi RS Ortopedi Prof. DR. R Soeharso Solo, Jumat (18/12/2020).

“Kita akan segera mempunyai laboratorium doping yang diharapkan menjadi juga rujukan negara lain, minimal Asia Pasifik,” kata Menpora.

Menurut Menpora, Kota Solo dipilih untuk pembangunan laboratorium tersebut atas usulan dari Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto. Selain memiliki sejarah sebagai penyelenggara Pekan Olahraga Masional (PON) I, Kota Solo juga memiliki Rumah Sakit Ortopedi dibawah Kemenkes. “Apa yang akan kita lakukan ini adalah sejarah baru bagi bangsa ini,” katanya.

Untuk merealisasikan pembangunan laboratorium antidoping tersebut, Kemenpora sudah berkoordinasi dengan lembaga antidoping internasional WADA. Hal tersebut terkait persyaratan teknis agar laboratorium yang dibangun nanti kualitasnya diakui secara internasional. “Harapannya laboratorium antidoping Indonesia diakui internasional. Sehingga atlet luar negeri bisa memanfaatkan tes doping di Solo,” jelasnya.

Zainudin berharap sertifikasi dari WADA bisa segera terealisasi agar laboratorium tersebut bisa segera dibangun. Pihaknya optimis, sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Indonesia sangat banyak.
Sementara itu, Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Ditjen Yankes Kemenkes, Dr Rita Rogayah SPPK (k) MARS, menyampaikan pihaknya menyediakan lahan seluas 700 meter persegi untuk lokasi pembangunan laboratorium antidoping. “Lokasinya sangat strategis, berada di bagian depan sehingga mudah dijangkau,” ujarnya.

Rita juga mengatakan rencana pembangunan laboratorium antidoping sudah muncul, sejak tahun 2019. Namun semua tertunda akibat adanya pandemi Covid-19. Pihaknya berharap tahun depan bisa dimulai. (*/ism/her)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi