Sabtu, 3 Oktober 2026
TERKINI
• Plat Besi Bikin Curiga,Polisi Temukan 27 Kilogram Sabu Di Innova (2 jam yang lalu) • Laporan Seno Aji:OMBUDSMAN Periksa Ulin Nuha Kepala BPN Bandar Lampung (2 jam yang lalu) • Musrenbangdes Di Desa Marga Agung Tahun 2027 Fokus Pada Infrastruktur Dan Pertanian (2 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Desa Marga Kaya Ikuti RPJMDes (3 jam yang lalu) • Musrenbangdes Desa Gedung Harapan Tahun 2027 Fokus Pembangunan Jalan Lingkungan (4 jam yang lalu) • Pemkab Lamsel Buka Akses Dokumentasi Kegiatan, Tinggal Scan QR Code Bisa Unduh Gratis (6 jam yang lalu) • Kementerian Kehutanan Dorong Pengelolaan Perhutanan Sosial Berkualitas di Blora (6 jam yang lalu) • Pemkab Blora Akan Undang Kementerian PU Bahas Progres Bendungan Cabean dan Karangnongko (6 jam yang lalu) • Musrenbangdes Di Desa Rejomulyo Tahun 2027 Fokus Pada Pembangunan Infrastruktur (6 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Karang Anyar Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (7 jam yang lalu)
INFODESA 06 September 2022, 19:52 WIB 493 PDF

Kenaikan Harga BBM,Dede Suhendar: Pemerintah Memiskinkan Rakyat Secara Sistematis

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Kenaikan Harga BBM,Dede Suhendar: Pemerintah Memiskinkan Rakyat Secara Sistematis
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Anggota komisi III DPRD Lampung Selatan dari Fraksi PKS Dede Suhendar secara tegas menyuarakan penolakan dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Ia meminta pemerintah untuk mengkaji kembali kebijakan tersebut.

“Saya menolak kenaikkan harga BBM,” tegas politisi dari Fraksi PKS itu.

Dede berpendapat dengan menaikkan harga BBM seperti saat ini tidak tepat. Saat ini ekonomi masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan belum pulih secara keseluruhan setelah 2 tahun di hantam bencana non fisik, Pandemi Covid-19.

“Ekonomi kita belum terlalu pulih dari pandemi, apalagi yang berada di kota-kota, Istilahnya saat ini masyarakat baru mulai mentata kembali ekonomi mereka,” ujarnya

Dikatakan akibat dari kenaikkan harga BBM ini membuat masyarakat semakin menjerit.

“Jika kita cermati, kenaikan harga BBM kali ini diambil bukan dengan pertimbangan keekonomian atas harga minyak dunia saat ini. Melainkan telah dimulai sejak penghapusan BBM bersubsidi jenis premium pada Maret 2022 lalu, sehingga masyarakat tidak diberi pilihan selain membeli BBM dengan harga mahal. Ini sama saja memiskinkan rakyat secara sistematis,”tegas Dede pada infodesanews.com, Selasa (6/9/2022)

Menurutnya semua kebutuhan pokok diyakini akan ikut naik.

“Dengan kenaikan harga BBM akan menimbulkan efek multiplier; berupa naiknya biaya angkutan, naiknya harga bahan pangan, harga barang, menurunkan daya beli masyarakat, memicu inflasi dan akhirnya secara signifikan akan meningkatkan angka kemiskinan.”

“Karena yang paling berdampak akibat kenaikan harga BBM ini masyarakat, seperti UMKM, Nelayan dan para petani, bagaimana mereka nanti bangkit?,” terang Dede. (Red)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi