Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (7 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (10 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (12 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (14 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (14 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (14 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (14 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 10 Februari 2021, 18:31 WIB 707 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Kepala Bappenas Menyampaikan Isu Strategis dalam Musrenbang RKPD Jawa Tengah

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Kepala Bappenas Menyampaikan Isu Strategis dalam Musrenbang RKPD Jawa Tengah
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

JAKARTA, INFODESANEWS | Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional menghadiri pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan dan Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Provinsi Jawa Tengah. Acara tersebuh digelar secara virtual, pada hari Rabu, 10 Februari 2021.

Dalam sambutannya, Menteri Suharso menyampaikan beberapa saran-arahan untuk pembangunan Provinsi Jawa Tengah.

“Berdasarkan hasil analisis sumber pertumbuhan (growth diagnostic) yang kami lakukan, setidaknya ada tiga faktor yang menghambat pertumbuhan Provinsi Jawa Tengah,” ucapnya.

Menteri Suharso menjelaskan, faktor pertama adalah kualitas SDM yang belum memadai. Pendidikan masih menjadi isu sentral karena rata-rata lama sekolah dan APM pendidikan jenjang sekolah dasar masih rendah.

“Faktor kedua adalah SDM ketenagakerjaan di mana tenaga kerja lulusan sekunder dan tersier di Provinsi Jawa Tengah masih tergolong rendah. Adapun faktor penghambat terakhir adalah pembiayaan, dimana share penyaluran kredit terhadap PDRB tinggi, namun penyaluran kredit konsumsi kredit investasi rendah,” lanjutnya.

Dalam forum Konsultasi Triwulanan Bappenas-Bappeda telah diidentifikasi tiga isu strategis yang memerlukan pendekatan lintas-sektor. Isu pertama, tingginya angka kemiskinan di perdesaan. Isu kedua, rendahnya kualitas SDM untuk memenuhi kebutuhan industri. Isu ketiga, ketertinggalan infrastruktur di bagian selatan Provinsi Jawa Tengah.

“Kami yakin bahwa Provinsi Jawa Tengah dapat merespon ketiga isu strategis tersebut dengan baik, melalui kebijakan pembangunan untuk percepatan penanggulangan kemiskinan di perdesaan, peningkatan kualitas SDM dan keselarasan pendidikan kejuruan dengan industri prioritas, dan pemerataan infrastruktur di bagian selatan Provinsi Jawa Tengah,” ujar Menteri.

Dalam RKP 2022, proyek prioritas strategis (major project) dalam RPJMN 2020-2024 tetap menjadi fokus perencanaan dan pendanaan, termasuk yang berlokasi di Provinsi Jawa Tengah.

“Berkenaan dengan ini, kami berharap pemerintah daerah dapat mensinergikan RKPD dengan prioritas RKP 2022, utamanya dalam memberikan dukungan terhadap pelaksanaan proyek-proyek prioritas tersebut,” tutup Menteri.***

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi