Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (4 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (4 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (6 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (6 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (7 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (14 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (14 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Sinar Rejeki, Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Penghubung (14 jam yang lalu) • Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (22 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (1 hari yang lalu)
INFODESA 13 September 2023, 16:47 WIB 749 PDF

Kesehatan Warga Terancam Dalam Waktu Dekat DPRD Akan Panggil Pihak PT Woongsol

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Kesehatan Warga Terancam Dalam Waktu Dekat DPRD Akan Panggil Pihak PT Woongsol
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

LAMPUNG SELATAN, INFODESNEWS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan dibuat meradang oleh PT. Woongsol Nature Indonesia, yang bergeming dengan kondisi kesehatan warga di Dusun Katibung Desa Sukabanjar, Kecamatan Sidomulyo.

Parlemen kabupaten ini berencana  melakukan hearing dengan memanggil manejemen PT. Woongsol sesegera mungkin. Mengingat emosi warga Dusun Katibung, sudah tak terbendung.

Wakil Ketua I DPRD Lampung Selatan, Agus Sartono, sampai turun langsung ke PT. Woongsol. Disana unsur pimpinan DPRD Lampung Selatan itu ditemui oleh menejer produksi bernama Lee. Tampak wakil rakyat dari Partai PAN itu melakukan Perbincangan, namun perbincangan antara wakil rakyat dengan Lee pun berakhir deadlock.

“Kami suruh berhenti produksi terlebih dahulu sebelum ada win-win solution, tapi Lee menolak. Keterbatasan Lee berbahasa Indonesia membuat pembicaraan tak membuahkan solusi, maka akan kami panggil korea-korea ini untuk hearing.” kata Agus Sartono, Rabu (13/9/2023).

Agus menegaskan kalau pihak Woongsol masih tidak peduli soal kondisi kesehatan warga Dusun Katibung yang banyak menderita sesak nafas akibat alergi debu dan gatal-gatal. Woongsol dinilai hanya mementingkan cuan tanpa sedikitpun memperhatikan kondisi kesehatan warga.

“Sudah banyak anak-anak dan lansia yang sakit akibat terus-terusan menghirup udara buruk. Polusi serabut kelapa dengan jumlah besar bertebaran di rumah-rumah warga, harusnya menjadi atensi perusahaan,”tegas Agus.

Diketahui Wakil I DPRD Lampung Selatan itu turun langsung bukan tanpa alasan, dia justru ingin menengahi supaya tidak terjadi konflik yang lebih panas dari konflik-konflik yang terjadi sebelumnya antara warga dengan PT. Woongsol.

“Kedatangan saya kesini supaya ada jalan keluar sekaligus menengahi warga yang sudah emosi. Tetapi kalau Woongsol bersikukuh untuk tidak mengurangi produksi dan tetap menimbulkan mudarat bagi kesehatan warga, maka jangan salahkan warga kalau satu waktu konflik ini pecah,”kata Agus.

Salah satu pentolan DPRD kabupaten ini juga menyentil ketidakhadiran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamsel yang tak hadir di PT. Woongsol. Agus bilang padahal sehari sebelum melakukan sidak dirinya sudah melakukan komunikasi dengan DLH untuk melihat dan mendengar langsung kondisi di lapangan.

“Pejabat juga harus tahu keluhan rakyatnya, jangan cuma ongkang-ongkang kaki di kantor saja. Saat rakyat menderita mereka malah nggak ada, turun dong ke bawah lalu dengar dan saksikan bagaimana menderitanya warga di sekitar Woongsol ini,” ujar Agus menyindir sikap OPD yang konsen di bidang lingkungan itu.

Menejer Produksi PT. Woongsol hanya sesekali mengangguk ketika berdiskusi dengan unsur pimpinan DPRD Lamsel. Dari pembicaraan yang tertangkap, Lee menolak pemberhentian produksi dan penutupan sementara.

“Nggak bisa, ada banyak supir dan mobil antre masuk nanti bagaimana nasib mereka,” kata Lee yang terdiam ketika diminta bertanggungjawab atas kondisi kesehatan anak-anak dan lansia yang sesak nafas karena terus menerus menghirup udara kotor di wilayah itu.  (Red)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi