Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (2 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (2 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (4 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (4 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (5 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (12 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (12 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Sinar Rejeki, Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Penghubung (12 jam yang lalu) • Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (20 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (23 jam yang lalu)
NASIONAL 25 Oktober 2022, 12:08 WIB 859 PDF

Ketua MPR RI Apresiasi Dukungan Aljazair Atas Pembentukan Forum Consultative Assembly

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ketua MPR RI Apresiasi Dukungan Aljazair Atas Pembentukan Forum Consultative Assembly
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BANDUNG – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengapresiasi dukungan Parlemen Aljazair terhadap gagasan MPR RI membentuk Forum for World Consultative Assembly (Forum Consultative Assembly). Sebagaimana disampaikan Wakil Ketua Parlemen (Dewan Bangsa) Aljazair, H.E. Mr. Salim Chenoufi, bahwa bagi bangsa Aljazair, segala niat baik yang dilakukan Indonesia akan didukung. Hal ini tidak lepas dari hubungan diplomatik Indonesia – Aljazair yang mempunyai akar kesejarahan yang sangat mendalam.

“Ketika Konferensi Asia Afrika (KAA) diselenggarakan di Bandung tahun 1955, pada saat itu Aljazair masih dijajah Prancis. Presiden Soekarno mengundang para pejuang kemerdekaan Aljazair untuk menghadiri KAA, sebagai bentuk manifestasi nyata dari amanat konstitusi Indonesia bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan penjajahan di muka bumi harus dihapuskan,” ujar Bamsoet usai menerima Parlemen Aljazair, disela penyelenggaraan Konferensi Internasional pembentukan Forum Consultative Assembly, di Bandung, Senin Malam (24/10/22).

Turut hadir antara lain, Wakil Ketua Parlemen Aljazair H.E. Mr. Salim Chenoufi, serta para anggota Parlemen Aljazair Mr. Kamel Chourak, Mr. Mabrouk Dridi, dan Mr. Abdelhamid Boucherma. Hadir pula pimpinan MPR RI antara lain, Hidayat Nur Wahid dan Fadel Muhammad.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, Indonesia senantiasa menjadi negara yang aktif mendukung perjuangan kemerdekaan Aljazair. Sekaligus menjadi salah satu negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Aljazair pada 5 Juli 1962. Buah dari ini semua, sebagaimana kembali disampaikan Wakil Ketua Parlemen (Dewan Bangsa) Aljazair, H.E. Mr. Salim Chenoufi, bahwa sejak kecil anak-anak Aljazair selalu diajarkan untuk menghargai Indonesia.

“Tidak heran jika pada April 2005 lalu, saat pemerintah Indonesia menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika sebagai peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955, Presiden Aljazair H.E. Mr. Abdelaziz Bouteflika turut hadir. Kini saat MPR RI menyelenggarakan konferensi internasional pembentukan Forum Consultative Assembly, Parlemen Aljazair juga turut hadir dan memberikan dukungan,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, dengan mengusung spirit yang sama seperti penyelenggaraan KAA 1955 dan KTT 2005 di Bandung, akan menjadi dorongan bagi parlemen Indonesia dan Aljazair untuk menyukseskan penyelenggaraan konferensi internasional pembentukan Forum Consultative Assembly yang dilaksanakan pada 24-26 Oktober 2022 di Bandung.

“Melalui Forum Consultative Assembly, Indonesia dan Aljazair dapat bekerjasama mendorong penguatan kolaborasi antar komunitas internasional, untuk mewujudkan tatanan dunia yang damai dan harmonis. Sekaligus dapat memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan Aljazair di berbagai bidang. Indonesia menilai Aljazair sebagai pasar yang cukup potensial bagi komoditi ekspor Indonesia, khususnya lemak dan minyak nabati, selain kopi, teh, dan rempah-rempah,” tegas Bamsoet.(@Gus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi