Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (2 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (2 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (2 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu)
INFODESA 12 Mei 2022, 20:53 WIB 1,603 PDF

Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Lampung Selatan Ikut Apel Siaga Secara Virtual,

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Lampung Selatan Ikut Apel Siaga Secara Virtual,
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS —  Secara Virtual Zoom Meeting dari Aula Rajabasa Kantor Bupati Lampung Selatan, Tim Pendamping Keluarga (TPK) Bergerak dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Lampung Selatan, mengikuti Apel Siaga, Kamis (12/5/2022).

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Eka Riantinawati, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta perwakilan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Kegiatan yang dipusatkan di Alun-alun Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat ini, turut dihadiri oleh Kepala BKKBN RI Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), Gubernur Provinsi Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil, ST., M.Ud, Bupati Kabupaten Subang H. Ruhimat, S. Pd., M.Si. beserta Wakil Agus Maskur Rosyadi, S.Si.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan pernyataan ikrar komitmen Pemerintah Daerah dalam rangka percepatan penurunan stunting secara simbolis oleh Bupati Kabupaten Subang H. Ruhimat, S. Pd., M.Si. Kemudian, pembacaan pernyataan ikrar dilanjutkan oleh Pemerintahan tingkat Kecamatan dan Kantor Urusan Agama dan Tim TPK di seluruh Kabupaten/Kota Se-Indonesia.

Deputi ADPIN BKKBN Drs. Sukaryo Teguh Santoso mengungkapkan, M.Pd., mengungkapkan, tujuan dari Apel Siaga ini adalah guna meningkatkan komitmen TPK dalam sebuah gerakan pendamping keluarga, sebagai upaya dalam percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.

“Apel siaga bertema Apel Siaga TPK Bergerak Untuk menumbuhkan semangat kepada pendamping dalam melakukan pendampingan kepada keluarga dan calon pengantin secara masif. Mereka sudah siap memberikan informasi untuk mencegah lahirnya stunting baru,” ujarnya.

Lebih lanjut Santoso mengungkapkan, Apel Siaga TPK Bergerak yang digelar secara hybrid ini juga merupakan momentum, dimulainya Kick Off kegiatan verifikasi dan validasi data keluarga beresiko stunting secara serentak diseluruh Provinsi se-Indonesia.

“Hari ini kurang lebih 950 hadir secara luring, subang. Diikuti oleh 514 Kabupaten/Kota se-Indonesia baik melalui zoom maupun channel Youtube. Saya mengucapkan terimakasih kepada Menko PMK, Kementerian dan Lembaga, Gubernur Bupati/Walikota yang telah hadir dalam kegiatan ini. Semoga dengan apel siaga pada hari ini, ikhtiar dalam mencegah stunting dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Sementara, Kepala Staf Kepresidenan Jendral (Purn) Moeldoko menuturkan, program anti stunting merupakan program Nasional yang harus dikawal dalam pelaksanaannya, strategi yang dijalankan saat ini dalam rangka penuntasan stunting dirasa dapat sesuai dengan target presiden yakni 14% pada tahun 2024 bisa tercapai.”Saya akan tunjukan kepada dunia, ada 600 ribu aktor utama tim pendampingan keluarga dalam rangka anti stunting dengan 600 ribu itu jumlah yang tidak sedikit mereka diantaranya adalah Bidan, Tim Penggerak PKK dan Kader KB,” tuturnya.

Dikesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Drg. Agus Suprapto, M.Kes menambahkan, didesa adalah subjek utama dalam menyukseskan program penurunan stunting, maka diharapkan tim pendamping keluarga yang merupakan motor dan merupakan aktor-aktor penting yang harus bergerak untuk bisa menyelesaikan masalah stunting di Indonesia untuk mencapai Indonesia bebas stunting Tahun 2024.

“Melalui penguatan dan pemberdayaan tim pendamping desa dan kelurahan sebagai ujung tombak penurunan stunting, saya mengharapkan kepada pemerintah kabupaten/kita untuk terus melakukan penguatan kelembagaan TPPS yang telah dibentuk membantu dan memfasilitasi pelaksanaan tugas tim pendamping keluarga melalui dukungan sarana dan prasarana dan pembiayaan kegiatan,”pungkasnya. (Red) sumber Diskominfo.

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi