Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (28 menit yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (20 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (23 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
NASIONAL 05 Maret 2022, 15:20 WIB 919 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Ketum FR Japri Presiden dan Kapolri, Polres Madina dan Polda Sumut Gerak Cepat Buru Pelaku Penganiayaan Wartawan

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ketum FR Japri Presiden dan Kapolri, Polres Madina dan Polda Sumut Gerak Cepat Buru Pelaku Penganiayaan Wartawan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

JAKARTA, INFODESANEWS | Kasus penganiayaan terhadap Wartawan di Mandailing Natal (Madina) pada Jumat, 4 Maret 2022 terus bergulir cepat. Pihak Kepolisian, baik Polda Sumut dan Polres Madina telah membuat Tim untuk memburu para pelaku kriminalisasi tersebut.

Pasalnya, usai Ketua Umum Fast Respon Agus Flourenze meneruskan informasi peristiwa penambangan emas ilegal dan Penganiayaan Wartawan kepada Presiden dan Kapolri melalui jaringan pribadi WhatsApp pada Sabtu (5/3/2033) dini hari, Polda Sumut dan Polres Madina mengambil langkah cepat setelah korban membuka laporan.

Agus mengucapkan terimakasih kepada Polres Madina dan Polda Sumut yang telah merespon dengan cepat untuk menangani kasus penganiayaan terhadap Wartawan,” ucap Agus Flourenze saat memberikan pernyataanya di kediamannya.

Agus yang juga merupakan Founder Media Nasional Suara Merdeka (NSM) dan LBH Phasivic ini mengatakan, bahwa kepolisian memang harus bergerak cepat untuk melindungi wartawan yang menjadi kontrol sosial terhadap segala informasi.

“Sebenarnya tidak harus menunggu saya japri Presiden dan Kapolri baru bergerak. Harusnya kepolisian itu lebih peka lagi. Ini malah seolah mereka bergerak usai japrian saya kepada orang no satu di kepolisian dan negara,” ungkap Agus.

Meskipun demikian, Agus tetap mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Polres Madina dan Polda Sumut. Dirinya juga berharap agar para pelaku dapat segera ditangkap.

“Saya berharap agar para pelaku yang sudah diketahui identitasnya dapat segera diringkus dan ditetapkan sebagai tersangka,” harapnya.

Agus juga berjanji akan terus mengawal kasus tersebut hingga keadilan bisa ditegakkan.

“Kejadian ini tidak akan menyurutkan kami untuk terus memberitakan kasus Penambangan Emas Tampa Ijin (PETI) di Mandailing Natal, ini justru akan membuat kami semakin masif memberitakannya, serta membawa masalah ini ke Istana jika Kapolda Sumut terkesan tutup mata,” tutup Agus dengan nada semangat untuk terus berjuang.***Myd.

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi