Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (4 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (7 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (10 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (11 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (11 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (12 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (12 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 23 Januari 2018, 23:02 WIB 699 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

KH Musthofa Aqil Siradj Ingatkan Jaga Aqidah Jamaah Kepada Para Peserta Pelatihan PP Asbihu NU

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

KH Musthofa Aqil Siradj Ingatkan Jaga Aqidah Jamaah Kepada Para Peserta Pelatihan PP Asbihu NU
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com  – Menyempurnakan rukun Islam kelima adalah impian bagi setiap muslim, sedangkan tugas para Ulama adalah membimbing jamaah agar dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dan benar. Lebih dari itu menjaga Amaliah dan aqidah para jamaah juga merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Asosiasi Bina Haji dan Umroh Nahdlatul Ulama (ASBIHU NU), KH Musthofa Aqil Siradj pada saat memberikan sambutan pembukaan kegiatan pelatihan dan sertifikasi bagi pembimbing ibadah haji dan umrah di Semarang hari ini (23/01/2018) di Convention Hall UTC Hotel Jalan Kelud Raya No 2, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang

“Hal yang perlu diperhatikan selain membimbing pelaksanaan haji, adalah perlunya menjaga aqidah ahlussunah wal jamaah jama’ah haji.” Kiai Musthofa menuturkan. “Perlu diketahui bahwa di berbagai tempat ziarah yang ada di sana (Makkah dan Madinah) banyak beredar buku-buku yang membid’ah-sesatkan Amaliah ahlussunah wal jamaah lengkap dengan dalilnya.” Ungkapnya. “Karena tugas NU ada dua, yaitu ri’ayatul wathan (menjaga tanah air / negara) dan ri’ayatul ubudiyyah (menjaga ibadah Islam ahlussunah wal jamaah), NKRI ini ada karena peran Ulama. Tandasnya.

Adik Ketua Umum PBNU tersebut juga menegaskan Ahlussunah Waljamaah (ajaran Nabi Muhammad, para sahabat Nabi, salafus shalih dan ulama yang sejalan secara keilmuan) yang menjadi pedoman utama NU dan mayoritas umat Islam di Indonesia. Sementara dari segi politik NU menganut politik kenegaraan yang sesuai dengan konsep bhineka tunggal ika, NU terus berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita harus tetap mencintai dan menjaga NKRI dalam kondisi apa pun. Kita juga berkewajiban menjaga masyarakat dari akidah yang tidak sama dengan Ahlussunah Waljamaah,” paparnya.

Selain itu, Kiai Musthofa juga berterima kasih atas adanya peraturan yang dibuat oleh pemerintah tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umroh, “Untuk itu, kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Menteri Agama RI yang telah mengeluarkan Permenag yang menegaskan pembimbing haji dan umroh harus lulus sertifikasi”. Ucapnya. Menutup sambutan, Kiai Mustofa juga mengungkapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang yang telah bersedia bekerja sama dengan Asbihu NU.

Rektor Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Prof Dr H Muhibbin dalam kesempatan tersebut turut memberikan sambutan. Dalam sambutannya Muhibbin mengingatkan pentingnya sertifikasi dan syarat administrasi bagi pembimbing haji dan umroh.

“Administrasi ini penting, meskipun semua pembimbing sudah kompeten dalam hal ilmu agama.” Ungkapnya, “Jadi, para peserta harus mengikuti kegiatan sertifikasi pembimbing haji profesional dari awal hingga akhir.” Ujarnya menegaskan. Selanjutnya, Guru Besar UIN WS tersebut juga mengingatkan pada para assessor dalam metodologi. “Nanti, dalam pelatihan ini lebih diutamakan dalam bentuk bahsul masail saja. Mengingat para peserta merupakan orang yang memiliki kompetensi di bidang ilmu agama” Terangnya mengingatkan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara kerjasama dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo dan dibuka secara resmi oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama RI, Prof Dr H Nizar Ali MA. (rifqi/yono)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi