Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (10 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (13 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (16 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (17 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (17 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (17 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (18 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 17 Februari 2018, 18:33 WIB 2,422 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Klenteng Sam Poo Kong, Tunjukkan Pluralisme

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Klenteng Sam Poo Kong, Tunjukkan Pluralisme
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com – Imlek ke 2569 di Klenteng Sam Poo Kong Semarang menampilkan berbagai atraksi menarik. Sikap menghargai keberagaman budaya ditunjukkan dengan menampilkan Reog Ponorogo dalam menyambut tahun baru Imlek kali ini, “Perayaan Imlek kali ini secara tradisi sama saja. Namun ada hal-hal baru yang masuk di tahun ini” Kata Mita, “Ke depan akan didorong untuk bisa menampilkan budaya-budaya lokal, terutama barongsai dan naga.” Imbuhnya.

Menurutnya, pluralisme yang ada di Semarang ini merupakan potensi wisata yang bagus, dikatakan bahwa hal tersebut sebagai bagian dari mengakomodir keberagaman budaya yang ada di Indonesia, “Saya juga ada komunitas etnis yang rata-rata diisi oleh orang NTT,” Saat ditanya kemungkinan untuk menampilkan tarian atau seni budaya yang ada di luar jawa dijawabnya, “next time, kalau ada event yang tepat mungkin akan ditampilkan”

Salah seorang pemain Reog Ponorogo, Yoki Yulianto menyatakan baru pertama kalinya tampil di Sam Poo Kong, “Ini tahun pertama dan pertama kalinya tampil di Sam Poo Kong,” kata pria yang sejak SD menggeluti dunia seni, dikatakan bahwa dirinya merasa senang dan bangga bisa menghibur para pengunjung di Sam Poo Kong serta berharap ada even lain yang menampilkan Reognya lagi.

Kemeriahan didukung dengan adanya Bazaar Imlek, Agus, penjual mainan dan kura-kura yang sering menggelar dagangannya pada hampir setiap even yang ada di Sam Poo Kong mengakui bahwa lonjakan pengunjung tahun ini jauh dari sebelumnya. Hanya saja ia menyatakan tidak banyak pengunjung yang membeli dagangannya. Dikatakan, penjualan masih seperti biasanya. Hal serupa juga dialami oleh Sintia, sales sebuah produk minuman praktis yang berusaha menawarkan produknya dari pagi hingga sore.

Hingga hari ini (17/02/2018) para pedagang menyatakan pentingnya promosi wisata Semarang, terutama hal-hal yang menarik minat wisatawan mancanegara. (rif/yn)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi