Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (5 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (8 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (9 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (9 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (9 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (10 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
NASIONAL 13 Mei 2021, 10:33 WIB 2,608 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Lagi Warga Rampi Ditandu Sejauh 20 Km ke Puskesmas

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Lagi Warga Rampi Ditandu Sejauh 20 Km ke Puskesmas
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

 

SULSEL, INFODESANEWS – Setelah Indonesia Merdeka 75 tahun, ternyata masih saja ada daerah terisolir di Kabupaten Luwu Utara yang berjuluk Bumi Lamaranginang, Sulawesi Selatan, masih warga merasakan pahitnya penderitaan berjalan kaki sambil menggotong warga yang sakit.

Dan setelah beberapa kali diberitakan pada pemberitaan dengan ‘Mayat’ yang ditandu sejauh 45 kilometer yang sudah diberitakan di media TV, media Online dan Koran Lokal, regional dan juga Nasional kini derita itu tak kunjung usai.

Lagi lagi kejadian terjadi lagi yang sama dialami ibu Dina Da’a warga Desa Rampi, Kecamatan Rampi. Dina Da’a menderita sakit sehingga terpaksa harus di tandu sejauh 20 kilometer untuk sampai ke Puskesmas Rampi di Desa Sulaku, demi mendapatkan perawatan yang intensif, pada Selasa 12 Mei 2021 lalu.

Bangsi Bati tokoh pemuda Desa Rampi angkat bicara saat dikonfirmasi wartawan media ini mengatakan, untuk sampai ke Puskesmas Rampi, Dina Da’a terpaksa harus di tandu sejauh 20 kilometer.

Kecamatan Rampi merupakan daerah pelosok terisolir dan sangat tertinggal dibandingkan dengan kecamatan lain yang ada di Bumi Lamaranginang julukan Kabupaten Luwu Utara, akses jalan yang tidak tersentuh pembangunan hingga saat ini menjadi kendala warga suku Rampi umumnya.

Ditempat terpisah, Freddy Erenst angkat bicara harusnya Pemerintah Daerah Luwu Utara memprioritaskan pembangunan Infrastruktur untuk daerah Pelosok Rampi sehingga warga tidak kesulitan ketika ada yang sakit,” ujar Freddy Erenst.

Masih kata Freddy Erenst, tokoh masyarakat Rampi, “Sejauh ini menurut pengamatan saya di Rampi sangat tertinggal, semua ini terkendala karena akses transportasi darat yang tidak dibangun,” tuturnya pada media ini, Kamis 13 Mei 2021 di kota Masamba sebelum masuk ikuti ibadah Kenaikan Isa Almasih.

Selain itu janji dari pemerintah bahwa, pembangunan akses jalan yang kian menjadi sebuah janji manis saat perhelatan politik sudah menjadi buah bibir para calon Kepala Daerah, namun sayangnya tidak direalisasikan saat terpilih.

“Ini kendala utama yang dapat menghambat pelayanan kesehatan dan pendidikan serta perekonomian masyarakat karena akses jalan yang tidak diperhatikan oleh pemerintah,” keluhnya lagi.

“Semoga kedepan pemerintah daerah hingga pemerintah provinsi dan pusat dapat membantu warga Rampi melalui terbukanya transportasi darat,” harapnya sedih.(frans/yustus)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi