Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (9 menit yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (3 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (5 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (7 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (7 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (7 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (7 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (22 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 16 Juli 2025, 07:38 WIB 483 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Laporkan Dugaan Korupsi Kades Hara Banjar Manis, Masyarakat Desak Kejaksaan Dan Inspektorat Bertindak Tegas

Penulis: Redaktur Lampung
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Laporkan Dugaan Korupsi Kades Hara Banjar Manis, Masyarakat Desak Kejaksaan Dan Inspektorat Bertindak Tegas
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANES – Gelombang desakan dari masyarakat kembali menguat terkait dugaan korupsi yang menyeret Kepala Desa Hara Banjar Manis, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Syahruddin yang juga menjabat sebagai Ketua APDESI Kecamatan Kalianda.

Setelah sempat viral beberapa minggu lalu, kini masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Hara Banjar Manis kembali bergerak.

Masyarakat Peduli Hara telah melayangkan laporan resmi ke Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta Bupati Lampung Selatan pada Selasa 15 Juli 2025.

Dugaan kerugian negara ditaksir mencapai lebih dari Rp 500 juta, dengan rentang waktu antara tahun 2022 hingga 2025. Berikut beberapa poin krusial yang menjadi sorotan masyarakat :

1. Penyimpangan Dana APBDes (2022–2024) sebesar Rp.350 juta disinyalir bermasalah, terutama pada proyek pembangunan rabat beton, pengadaan bibit sapi dan ikan yang di duga fiktif, dan penyertaan modal BUMDes yang masuk kantong Kepala Desa.

2. Kebun Bibit Rakyat (Rp 100 juta) bibit yang ditargetkan sejumlah 30.000 pohon (jengkol, alpukat, sengon), hanya terealisasi sekitar 15.000 pohon. Bahkan, banyak penerima bibit yang namanya tercantum ternyata tidak pernah ditemui dan tidak pernah menerima apa pun.

3. Pemangkasan Dana Bantuan P3A (Perkumpulan Petani Pemanfaat Air) Bantuan senilai Rp 196 juta dari Provinsi untuk irigasi petani diduga kuat diborongkan sepihak senilai Rp.100 juta, tanpa transparansi penggunaan dana sisanya.

4. Pemotongan penghasilan tetap (Siltap) Aparatur Desa sejak tahun 2022, aparatur desa mengalami pemotongan penghasilan tetap (siltap) sebesar Rp 300 ribu, dan naik menjadi Rp 500 ribu pada tahun 2025. Ironisnya, alasan kenaikan itu disebut sebagai upaya menutupi temuan Inspektorat sebelum Pilkada 2024 sebesar Rp 11,7 juta, yang justru dibebankan ke staf dan aparatur desa, bukan ke kades yang bertanggung jawab.

5. Pajak APBDes 2023 Mangkrak dari total kewajiban pajak senilai Rp 64 juta, baru sekitar Rp 8 juta yang dibayarkan yang mana sisanya Rp. 56 juta ditilep kades.

H mewakili warga, menyatakan bahwa masyarakat sudah lelah dan muak dengan pembiaran serta lambannya penanganan kasus ini.

“Kami minta Kejari Kalianda, Inspektorat, dan Dinas PMD untuk segera bertindak tegas! Jangan ada pembiaran, jangan ada permainan. Ini uang rakyat, ini menyangkut kepercayaan terhadap pemerintah desa. Semua bukti sudah kami serahkan, kami tidak akan berhenti sampai ada kejelasan hukum,” tegas H di dampingi sejumlah warga lainnya.

Laporan resmi juga telah disampaikan tembusan ke Bupati Lampung Selatan. Masyarakat mendesak agar seluruh proses pengusutan dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.

Tagar #Tangkap Kades “SY” Mulai Viral

Di media sosial, tagar #TangkapKades “SY” dan #UsutTuntasKorupsiDesa mulai ramai digunakan. Warganet meminta agar Kepala Desa Hara Banjar Manis dicopot dari jabatannya selama proses hukum berjalan.(Tim***Ronald)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi