Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (5 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (8 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (11 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (12 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (12 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (12 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (13 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 27 Januari 2018, 07:21 WIB 2,555 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Limbah Kulit Telur Kerajinan Menghasilkan Puluhan Juta

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Limbah Kulit Telur Kerajinan Menghasilkan Puluhan Juta
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Purworejo,Infodesanews.com – Siapa Sangka Limbah apapun bisa menjadi barang bernilai jual tinggi apabila berada di tangan orang-orang kreatif. Seperti limbah kulit telur yang bagi sebagian orang dianggap tidak bermanfaat.

Di tangan Heri Sutrisno warga Bajangrejo RT 2 RW I Banyuurip Purworejo, limbah kulit telur bisa disulap menjadi berbagai kerajinan cantik. Harganya pun, sudah pasti tinggi.

Saat Ngopi Bareng Mas Ganjar, di Pendapa Desa Jono Kecamatan Bayan Purworejo, Kamis (25/1), Heri menceritakan, sebelum akhirnya memilih limbah kulit telur, dia sudah mencoba berbagai bahan baku, seperti pasir putih, pasir hitam, daun pisang dan batok kelapa. Namun, bahan Baku tersebut peminatnya lebih sedikit dibandingkan kulit telur. Sehingga, pada akhirnya tiga tahun lalu dia menjatuhkan pilihan untuk fokus pada limbah kulit telur.

Limbah kulit telur dia dapatkan dari ibu rumah tangga di sekitar rumahnya, penjual nasi goreng, dan toko roti. Limbah itu didapatkannya secara gratis. Meski gratis, dia juga memberikan kompensasi berupa kerajinan buah karyanya.

“Selain lebih banyak diminati, kulit telur lebih fleksibel digunakan. Bisa dibuat ornamen barang fungsional, seperti kotak tisu, celengan, tempat sisir ataupun hiasan dinding. Misalnya lukisan vintage,” tutur ayah dua putera itu di hadapan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP.

Untuk satu lukisan vintage dengan media berukuran 70 cm X 50 cm, dibutuhkan waktu paling tidak dua minggu untuk menyelesaikannya. Memang, menyelesaikan lukisan, lebih rumit dibandingkan dengan membuat ornamen lainnya.

“Membuat lukisan, terutama orang itu lebih sulit. Sebab, harus persis dan dua kali menggambar. Pertama menggambar sketsanya, kemudian setelah kulit telur tertempel, sketsa awal tadi jadi tidak tampak, sehingga harus diulang,” terang dia.

Setelah kulit telur ditempelkan, lanjut dia, masih ada proses sampai tujuh kali. Antara lain dicat dan kering, kemudian diampelas. Jika yang dibuat lukisan, selanjutnya digradasi. Setelah itu, debu dibersihkan, kemudian di-clear menggunakan water based.

“Saya menggunakan water based. Jadi bahan finishing-nya tidak pakai bahan kimia. Ramah lingkungan,” jelas dia.

Keunikan karya Heri, mampu menarik perhatian Ganjar. Tak butuh waktu lama untuk memutuskan, orang nomor satu di Jawa Tengah itu langsung membeli lukisan vintage bergambar mantan Presiden Soekarno, saat Heri memajangnya di pameran UMKM Ngopi Bareng Mas Ganjar. Sebelumnya, Ganjar juga pernah memesan lukisan bergambar dirinya pada April tahun lalu. Lukisan kulit telur itu dijual Heri dengan harga Rp 2 juta.

Berbekal keseriusannya mengembangkan usaha kerajinan limbah kulit telur, kini dia sudah memiliki sembilan karyawan. Dia memberdayakan ibu rumah tangga di lingkungannya. Rata-rata per hari karyawannya mendapatkan penghasilan berkisar Rp 15.000 -sampai Rp 20.000, tergantung banyak sedikitnya pesanan yang Heri terima. Ditanya soal omzet per bulan, dia mengaku mendapatkan antara Rp 5 juta sampai Rp 7 juta.

“Untuk pemasarannya, minggu pagi biasanya di CFD Purworejo, Magelang, Sunday Morning di Yogya dan setor ke enam toko kerajinan di Yogya. Di samping itu, mengikuti pameran yang diselenggarakan dinas,” ungkapnya.

Untuk mengembangkan usahanya, sekitar setahun lalu, Heri mengambil kredit Mitra 25 dari Bank Jateng sebesar Rp 10 juta. Per bulan, hanya mengangsur Rp 448 ribu. Angsuran yang menurutnya ringan itu, sangat membantu pengembangan usaha.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, kreativitas membuat limbah kulit telur punya nilai tinggi. Dukungan modal, juga membuatnya berkembang.

“Bathi resik kira-kira Rp 3,5 juta. Kurang luwih sing Rp 500 ribu kanggo bayar utang. Niki niku usahane tambah langgeng. Mangke rong tahun rampung utange, tambahi malih, pasare mbuka, tambah gedhe,” pungkasnya (Rt, Humas Jateng/Ar)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi