Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (8 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (11 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (13 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (15 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (15 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (15 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (15 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 13 Februari 2018, 20:23 WIB 650 kali dibaca ~1 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Longsor Susulan Ngetos Siaga Bencana

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Longsor Susulan Ngetos Siaga Bencana
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Nganjuk, Infodesanews,com – Selasa (13/02/18) 07.30 wib bertempat di bekas longsoran jurang ondo dsn. Dlopo Ds. Kepel Kec. Ngetos telah terjadi longsor susulan.

Setelah pada hari minggu tgl 11 feb 2018 sekitar pkl 15.00 wib terjadi hujan dengan intensitas cukup deras sampai pkl 19.00 wib dan pada hari senen tgl 12 feb 2018 sekitar pkl 16.15 wib terjadi hujan dengan intensitas ringan sampai pkl 21.40 wib.

Menurut keterangan Sodirin umur 45 th. alamat Dsn. Dlopo desa Kepel  Kec. Ngetos bahwa longsor susulan selebar 5 m, panjang sekitar 30 m yang mengakibatkan pralon sepanjang 30 m putus.

” Suplai air pralon ini merupakan kebutuhan warga sehari-hari,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu pula Sertu Langgeng Babinsa Ds. Kepel yang memantau menuturkan bahwa Situasi untuk retakan saat ini tidak terlalu kelihatan di akibatkan cerah hujan cukup tinggi sehingga tertutup tanah.

” tampak retakant idak jelas karena tanah yang di bawa air hujan dan untuk bentuk retakan tidak memanjang /segaris melainkan retakan terputus-putus,” ungkapnya sambil terus memantau situasi pergerakan tanah.

“Untuk potensi longsor susulan masih memungkinkan terjadi krn posisi tanah menggantung, maka dari itu kami berkoordinasi dengan BPBD dan menghimbau agar warga tidak mendekati longsoran,” pungkas sertu Langgeng. (mdc_0810/Aras)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi