Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (4 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (7 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (8 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (8 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (8 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (9 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (23 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
NASIONAL 19 Februari 2020, 12:45 WIB 1,783 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Luwu Timur Darurat Rabies, 1 Orang Meninggal

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Luwu Timur Darurat Rabies, 1 Orang Meninggal
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

LUWU TIMUR, INFODESANEWS, Banyaknya populasi hewan ternak peliharaan terutama anjing berdampak pada meningkatnya kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Kabupaten Luwu Timur dalam kurun waktu enam tahun terakhir yakni tahun 2014 – 2019.

Data dari Komda zoonosis/rabies Kabupaten Luwu Timur, yang merujuk pada laporan dari masing-masing Puskesmas terlihat trend kenaikan kasus GHPR ini dari tahun ke tahun meningkat secara signifikan.
Untuk tahun 2014 kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Kabupaten Luwu Timur mencapai 407 kasus dengan 1 kasus rabies, tahun 2015 meningkat menjadi 465 kasus GHPR, Tahun 2016 bertambah lagi jadi 467 dan 2 kasus rabies, Tahun 2017 meningkat lagi jadi 525 kasus dan 3 terdeteksi rabies, 2018 naik menjadi 557 Kasus GHPR dan tahun 2019 bertambah menjadi 628 Kasus GHPR dan 1 rabies. Sementara untuk tahun 2020 ini, bulan januari – februari kasus GHPR telah mencapai 43 Kasus dan 1 pasien meninggal dunia.

Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di Kabupaten Luwu Timur GHPR ini tersebar di hampir seluruh kecamatan meski dalam jumlah kasus yang berbeda. Kecamatan Tomoni timur tercatat berada di urutan pertama dengan kasus GHPR terbanyak disusul kecamatan Wasuponda, lalu Kecamatan Angkona, Mangkutana dan kecamatan Burau.

“ Dengan meningkatnya kasus GHPR ini dari tahun ke tahun, bahkan ada yang meninggal dunia, maka Luwu Timur sudah dapat dikategorikan dalam endemis rabies. Itulah sebabnya, kita berupaya agar kasus GHPR ini bisa diminimalkan “ terang Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, Rosmini Pandin, Senin(17/02) malam melalui WhatsApp.

Ia juga meminta warga Luwu timur untuk waspada dengan hewan peliharaan penyebar Rabies utama nya anjing,jika terjadi gigitan untuk segera berkoordinasi dengan puskesmas setempat guna dilakukan pertolongan pertama.(Yul)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi