Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (3 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal (5 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (5 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (10 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (11 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (13 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (13 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (13 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (20 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (20 jam yang lalu)
NASIONAL 12 Agustus 2022, 21:26 WIB 1,459 PDF

Mahasiswa KKN Dari Berbagai Kampus Beri Masukan ke Pemkab Blora

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Mahasiswa KKN Dari Berbagai Kampus Beri Masukan ke Pemkab Blora
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BLORA, INFODESANEWS – Sejumlah mahasiswa KKN dari berbagai kampus di Jawa memberi masukan ke Pemkab Blora – Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, ST, MM, Jumat (12/8/2022) . Mulai dari persoalan stunting, kemiskinan dan pemasaran UMKM yang ada di kota sate.

Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, menyatakan, apa yang menjadi masukan dari para mahasiswa yang saat ini tengah KKN di Blora, baik dari UNY, Unisnu Jepara, dan Universitas Diponegoro, akan diserap dan menjadi bahan pertimbangan.

Amin, mahasiswa KKN dari Unisnu Jepara menyampaikan, persoalan stunting di Blora yang tak kalah penting adalah kaitannya data yang valid. Menurutnya, data stunting maupun data kemiskinan di tingkat desa perlu untuk disinkronkan.

“Kegiatan pencegahan stunting kita adakan, pelatihan pembuatan makanan berbahan kelor, kita lakukan pendampingan dan sosialisasi pencegahan stunting dengan menggandeng posyandu remaja dan duta genre kecamatan,” Ujar Amin,

Tak hanya itu, menurutnya, ia dan teman-teman mahasiswa lainnya juga melakukan pelatihan pendampingan UMKM hingga pelatihan digital marketing kepada para pelaku UMKM yang ada di desanya.

Diungkapkan, persoalan UMKM di Blora tantangan yang dihadapi adalah perlu adanya dorongan lebih agar para pelaku UMKM untuk akrab dengan pemasaran secara digital, memanfaatkan marketplace.

Senada dengab hal tersebut, Aldi, perwakilan mahasiswa UNY juga mengatakan, bahwa beberapa pelaku UMKM yang ada masih perlu dorongan untuk pengembangan ke arah pemasaran digital.

“Ada beberapa masyarakat yang belum terbuka sepenuhnya dengan program-program kita untuk pengembangan ini. Dari dosen pembimbing memang mengharapkan kami kaitannya untuk promosi UMKM, menuju digital,” papar mahasiswa jurusan Teknologi Informasi tersebut.

Meski demikian, pihaknya akan terus intens berkomunikasi dan mengedukasi kepada para pelaku UMKM agar nantinya bisa memanfaatkan peluang dari pemasaran digital.

Terkait stunting, imbuh Aldi, kelompoknya juga berencana untuk mengembangkan aplikasi yang nantinya dapat mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Belum Paham

Sementara itu, Dimas, perwakilan mahasiswa KKN UNDIP menuturkan bahwa salah satu program yang difokuskan berkaitan dengan stunting.

“Program kami berupaya membantu mencegah maupun menurunkan stunting,
stelah saya survei ke beberapa posyandu, masih banyak ibu-ibu yang belum paham terkait stunting. Saran saya mungkin edukasi bagaimana untuk mencegah dan dampak stunting pada anak-anak seperti apa untuk bisa terus digencarkan,” ujarnya

Persoalan lain yang disampikan para mahasiswa KKN, akses sinyal baik telepon seluler maupun internet dapat menjangkau hingga desa-desa pelosok di Blora. Termasuk memberi beberapa masukan terkait dengan akses infrastruktur jalan, hingga air bersih.

Menanggapi berbagai masukan dari para mahasiwa Wakil Bupati yang akrab disapa Mbak Etik mengungkapkan, hasil evaluasi dan diskusi agar disampaikan juga ke dosen pembimbing lapangan masing-masing. Dengan demikian efeknya masyarakat dan kampus bisa mendapatkan hasil yang diharapkan.

“Masukan dari adik-adik KKN yang ada di desa-desa ini juga menjadi bahan pertimbangan untuk evaluasi kami kedepannya,” Ucapnya

Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kab Blora, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Staf Ahli Bupati, Kabag Pemerintahan, Kabag Administrasi Pembangunan. ***Tim Liputan.

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi