Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (12 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (15 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (17 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (19 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (19 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (19 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (20 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (2 hari yang lalu)
INFODESA 04 Maret 2018, 22:50 WIB 672 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Matra Gelorakan Budaya Nusantara di Era Millenia

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Matra Gelorakan Budaya Nusantara di Era Millenia
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com – Khazanah luhur budaya nusantara pada era digital menjadi perhatian tersendiri, khususnya di kalangan Keraton. Peradaban manusia terus berkembang hingga melahirkan budaya-budaya baru yang lambat lain mengikis budaya nusantara. Keresahan akan mengikisnya budaya nusantara ini menjadi tantangan tersendiri bagi KRNgtT Yuni Sofiani Dyah Ayu Banowati. Yuni didaulat oleh KPH SP YAM Tuan Rheindra J Wiroyudho Alam Syah, ST untuk memimpin Matra (Masyarakat Adat Nusantara) se-eks Karisidenan Semarang menggelorakan budaya nusantara pada milenia yang terus melaju.

Saat ditemui awak media di kediamannya Gading Residence Blok H 4 Perum Tulus Harapan Ketileng Tembalang Semarang (03/03/2018), Yuni menyatakan adanya amanat memimpin untuk menyerukan kembali budaya nusantara agar menggelora di dada para penerus bangsa merupakan sebuah tugas yang tidak pernah disangka sebelumnya. Diungkapkannya bahwa tugas tersebut seolah mustahil untuk dilakukan. Namun demikian dirinya merasa optimis dapat menjadi pemula dalam memprakarsai gerakan kebangkitan budaya luhur nusantara. Dikatakan, estafet kepemimpinan terus bergulir seiring dengan berjalannya waktu. Hal tersebut memungkinkan adanya proses pada perkembangan dan peralihan budaya. Maka, dia berharap dengan adanya Matra dapat menjadi angin segar bagi budaya nusantara.

Dalam kesempatan tersebut, Yuni menandaskan bahwa adanya titah tersebut bukan muncul tanpa alasan yang jelas. Dirinya yakin bahwa di kedalaman batin Kanjeng menjadi dasar dalam melihat manusia sehingga daulat yang diterimanya bukan asal tunjuk. Hal ini diungkapkannya sebagai bagian dari meneguhkan budaya, sebuah kesalehan kultur yang perlu dijaga dan dilestarikan di tengah budaya asing kian menggempur. (rifF)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi