Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (9 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (15 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (23 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
NASIONAL 28 Desember 2022, 07:55 WIB 587 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

MISTERI ‘TITAH RAJA’ Menyelimuti Konflik Keraton Solo

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

MISTERI ‘TITAH RAJA’ Menyelimuti Konflik Keraton Solo
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SOLO, INFODESANEWS |  – Titah raja atau Nawolo diduga menjadi misteri dari konflik Keraton Solo yang saat ini sedang memanas lagi. Hal itu diungkap oleh Putri PB XIII, GRAy Devi Lelyana Dewi.

Putri PB XIII, GRAy Devi Lelyana Dewi (tengah-red)

GRAy Devi Lelyana Dewi mengatakan salah satu penyebab konflik adalah Nawolo yang memuatnya kesulitan menemui sang ayah. DRAy Devi menuturkan dirinya dipersulit untuk bertemu dengan ayahnya sendiri.

Titah Raja atau Nawolo yang DRAy Devi sebutkan, digunakan para abdi dalem untuk melarangnya menemui sang ayah. Namun Devi mengaku hingga saat ini belum melihat fisik dari Nawolo tersebut.

“Sampai hari ini pun saya tidak pernah melihat wujud Nawolo karena tidak diberikan kepada saya,” ujar Devi pada Minggu (27/12).

Devi pun mangatakan telah melayangkan somasi ke pihak Kasentanan yang pada saat Suro memberikan Nawolo. Tapi tidak juga ada penyelesaian.

Devi juga sempat mengirim surat permohonan, namun tidak ada reaksi dari pihak ayahnya. “Sudah berapa kali mengirimkan surat menanyakan bagaimana. Tapi kan sama sekali tidak ada reaksi,” ucap Devi.

Sementara itu, dari pihak PB XIII, Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta, Kanjeng Pangeran H. Dani Nur Adiningrat bercerita sebaliknya.

Dani menegaskan jika Sinuhun PB XIII ingin menemui GRAy Devi, tapi ditolak oleh Devi karena tidak didampingi pengacara. Dia juga menjelaskan tentang Nawolo yang disebut Devi.

Menurutnya, Sinuhun PB XIII memiliki alasan sendiri untuk tidak bertemu dengan Devi. “Gusti Devi sempat meminta datang ke Sasonoputro ketemu Sinuhun. Sinuhun itu raja dan beliau punya penggalihan tertentu. Ada hal-hal terkait Gusti Devi yang menjadi penggalihan beliau, karena saat itu beliau belum mau ketemu karena ada upacara ritual tersendiri bagi sinuhun, ” tutur Dani.

Dani berpendapat, jika penolakan itu seharusnya menjadikan introspeksi bagi Devi. “Sah toh ketika seorang Bapak belum mau menemui. Seharusnya yang bersangkutan introspeksi diri,” kata Dani.

Sosok (Gray) Devi Lelyana Dewi

Sekedar diketahui,  Gusti Raden Ayu (GRAy) Devi Lelyana Dewi merupakan putri kedua Raja Keraton Solo saat ini, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII atau PB XIII.

GRAy Devi Lelyana merupakan anak PB XIII dari pernikahan dengan istri pertama, Nuk Kusumaningdyah atau Kanjeng Ratu Ayu (KRAy) Endang Kusumaningdyah. Tapi keduanya sudah bercerai.

Ia menjadi salah satu korban bentrokan di Keraton Solo, Jawa Tengah, yang terjadi pada Jumat malam (23/12).

Diketahui bersama Sri Susuhunan Pakubuwono XIII atau PB XIII tiga kali menikah. Istri pertamanya Nuk Kusumaningdyah, istri keduanya Winari Sri Haryani, tapi, ia sudah bercerai dengan istri pertama dan keduanya. Sedangkan, istri ketiganya Kanjeng Ratu Ayu Asih Winarni yang menjadi permaisuri.

Dari pernikahannya dengan tiga istri itu, PB XIII punya tujuh orang anak.

Terdiri dua putra yakni Suryo Suharto dan GRM Suryo Aryo Mustiko. Hamangkunagara Sudibya Rajaputra Narendra ing Mataram sebagai putra mahkota.

Adapun lima putrinya yakni Rumbai Kusuma Dewayani, Devi Lelyana Dewi, Ratih Widyasari, Sugih Oceani dan Putri Purnaningrum.

GRAy Devi Lelyana lahir pada 9 April 1974 atau saat ini berusia 48 tahun. Tak banyak informasi yang didapat mengenai kehidupan pribadinya.

Namun, dari akun instagramnya, @graydevi, ia merupakan ibu dari dua anak, laki-laki dan perempuan.

Di bio Instagramnya, ia menuliskan tiga lokasi yang selama ini di tinggali yakni Bali, Surakarta dan Jakarta.

Pada 29 Juni 2022, GRAy Devi Lelyana Dewi sempat menjadi objek pemberitaan saat dirinya kesulitan untuk bertemu PB XIII ayahnya di Keraton Solo.

GRAy Devi Lelyana Dewi tidak diperkenankan masuk ke dalam Keraton Solo oleh abdi dalem. Saat itu, GRAy Devi Lelyana Dewi hendak menjenguk ayahnya. (*/Lik/Red Slo)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi