Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (5 jam yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
INFODESA 02 Februari 2019, 19:52 WIB 1,098 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Nanang Hadiri Rakor BNPB Se-Indonesia Di Surabaya

Penulis: Redaktur Lampung
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Nanang Hadiri Rakor BNPB  Se-Indonesia Di Surabaya
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Rapat Koordinasi (Rakor) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Se-Indonesi tahun 2019, acara yang dipusatkan di Jatim Expo, Surabaya, Jawa Timur, Secara resmi dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo yang didampingi Kepala BNPB Letjen Doni Monardo yang ditandai dengan pemukulan kentongan. Sabtu (2/2)

Dalam kesempatan tersebut tampak hadir Plt Bupati Lampung Selatan. Nanang Ermanto, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan, Wahyu Hidayat dan Kepala BPBD Lampung Selatan, I Ketut Sukerte.

Wahyu Hidayat yang di dampingi Kepala BPBD Lampung Selatan. mengatakan, dalam acara tersebut terdapat enam poin penting yang disampaikan Presiden RI Jokowi dalam arahannya.

Pertama, Jokowi menegaskan, perencanaan pembangunan di daerah, terutama tata ruangnya harus mematuhi zonasi rawan terkena bencana serta memperhatikan aspek pengurangan risiko bencana.

Pemerintah daerah juga diminta harus tegas terhadap daerah mana yang rawan bencana sehingga tidak boleh ditinggali manusia dan mana daerah yang aman.

“Perencanaan pembangunan di daerah tentu berkaitannya dengan bupati, wali kota, gubernur dan Bappeda. Jadi kita harus merencanakan dan berani atau melarang masyarakat membangun di zona merah bencana,” ujar Jokowi, seperti dikutip Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lamsel, Wahyu Hidayat kepada Diskominfo Lamsel.

Kemudian, dalam perencanaan pembangunan, pemerintah daerah juga diminta untuk melibatkan pakar serta ahli kebencanaan. Sehingga dapat mengetahui betul mana daerah yang rawan bencana alam dan mana yang dapat ditempati manusia.

Tujuannya, supaya masyarakat mampu untuk memprediksi ancaman dan mengantisipasi serta mengurangi dampak bencana.

“Misalnya, ada potensi pergeseran lempengan yang berdampak bencana. Nantinya, hasil penelitian dan kajiannya harus disosialisasikan kepada masyarakat melalui tokoh agama dan pemerintah daerah,” imbuhnya.

Selanjutnya, Jokowi mengatakan, kepala daerah di masing-masing provinsi (Gubernur) akan sekaligus menjadi Komandan Satgas Penanganan Bencana apabila terjadi bencana di wilayahnya.

Menurut Jokowi, gubernur bisa berkoordinasi dengan Pangdam, Kapolda, hingga jajaran BPBD untuk membentuk satuan tugas bersama.

“Jangan belum apa-apa dilempar ke pusat. Namun, daerah juga harus siap, bersama-sama ambil tanggungjawab penuh,” tegasnya.

Berikutnya, Jokowi menekankan pentingnya sistem peringatan dini bencana. Hal ini mengingat Indonesia berada dalam daerah rawan bencana.

“Daerah harus mulai membangun sistem peringatan dini terpadu yang nantinya tersebar di beberapa titik. Sistem ini harus ada dan disiapkan dengan koordinasi yang melibatkan seluruh kementerian terkait,” tuturnya.

Selanjutnya, pemerintah daerah juga harus melakukan edukasi kebencanaan secara terus menerus. Baik di rumah-rumah, sekolah-sekolah melalui tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat maupun media massa.

“Termasuk juga pemasangan papan-papan peringatan dan rute evakuasi harus jelas. Sehingga, ketika terjadi bencana masyarakat tidak sulit menentukan rute,” paparnya.

Terakhir, pemerintah daerah juga harus membuat simulasi bencana secara berkala dan teratur untuk mengingatkan kesadaran masyarakat secara berkesinambungan sampai ke tingkat pemerintahan yang paling bawah.

“Lakukan simulasi sebanyak mungkin, sehingga masyarakat akan siap dalam menanggulangi bencana sekaligus memnimalisir terjadinya korban jiwa,” pungkasnya.

Rakor nasional BNPB tahun ini mengankat tema, “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita”.

Acara tersebut turut dihadiri ribuan peserta dan tamu undangan mulai dari gubernur, bupati, wali kota, Bappeda, Kapolda, hingga para Kepala BPBD se-Indonesia. (Sg/kmf) sumber rilis Diskominfo Lamsel

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi