Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (5 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (6 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (6 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (7 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (7 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (21 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu)
NASIONAL 21 Februari 2020, 13:51 WIB 1,308 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Nanang Sampaikan RDTR Kawasan Perkotaan

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Nanang Sampaikan RDTR Kawasan Perkotaan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, menghadiri sekaligus menyampaikan paparan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Natar, Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020-2040, pada acara Rapat Koordinasi Lintas Sektor dalam rangka pembahasan Ranperda RDTR di Ball Room Hotel Sheraton Grand, Jakarta, Jumat (21-2-2020).

Selain Plt. Bupati Lampung Selatan, turut menyampaikan paparan juga dari Bupati Ketapang, Bupati Landak, dan Bupati Sanggau.

Acara yang di gagas Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional tersebut, dibuka secara resmi oleh Dirjen Tata Ruang, Abdul Kamarzuki.

Dalam sambutannya, Abdul Kamarzuki menjelaskan harapan Presiden Joko Widodo dalam percepatan RDTR pada daerah terbangun di Indonesia.

“Mungkin bapak/ibu Kepala Daerah akhir-akhir ini pernah mendengar wacana dari pemerintah untuk mengintegrasikan IMB terhadap RDTR. Kedepan jika sudah ada RDTR, harusnya ijin lokasi sudah bisa langsung terbit seperti yang sudah ada di OSS, bahkan sudah tidak perlu IMB lagi,” ujar Abdul Kamarzuki.

Lebih lanjut Abdul Kamarzuki menjelaskan, bagi aparatur penegak hukum seperti Satpol PP di Kabupaten/Kota dapat di edukasi cara membaca RDTR sehingga bisa bekerja membawa RDTR dan mengetahui mana bangunan dan kawasan yang tidak sesuai dengan RDTR, sehingga bisa dilakukan tindakan-tindakan penertiban yang bisa dilakukan pada bangunan tersebut.

Untuk Tahun 2018 terdapat 159 Kabupaten/Kota yang menjadi wilayah prioritas penyusunan RDTR. Sedangkan untuk tahun 2019, sebanyak 57 Kabupaten/Kota dari 415 (empat ratus lima belas) Kabupaten/Kota di Indonesia yang menjadi prioritas penyusunan RDTR, termasuk di dalamnya Kabupaten Lampung Selatan, khususnya wilayah Natar.

Berdasarkan hasil inventarisasi Kemendagri, sejauh ini baru 52 dari total 1.838 di Kabupaten/Kota yang sudah menerapkan Perda RDTR atau 2,8% secara nasional.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, sebelum menyampaikan penjelasan tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kawasan Natar, terlebih dahulu menyampaikan rencana pembangunan Kabupaten Lampung Selatan.

Nanang menjelaskan, Lampung Selatan sebagai pintu gerbang sumatera dimana arus orang/barang/jasa dari Pulau Jawa ke Sumatera atau sebaliknya, memberikan keuntungan tersendiri. Kondisi geografis yang menguntungkan tersebut, bisa mempercepat pertumbuhan inventasi di Lampung Selatan.

“Di Kabupaten Lampung Selatan juga akan dikembangkan kawasan industri, tepatnya di Desa Pisang Kecamatan Penengahan, serta kawasan industri di Kecamatan Katibung. Sedangkan untuk Kecamatan Bakauheni akan dijadikan sebagai Kawasan Wisata terpadu,”jelas Nanang.

“Untuk menjawab tantangan keberadaan jalan tol yang melintasi Kabupaten Lampung Selatan, kami juga sedang mendesain kawasan agrowisata terpadu serta mendesain tata kota di Kalianda. Kami akan membangun dua jalur sebagai “ikon” Kota Kalianda. Kebetulan jarak dari lokasi wisata terpadu/kota Kalianda ke exit tol hanya berjarak sekitar 3 km,” jelas Nanang lagi.

Usai memperkenalkan rencana pembangunan kawasan industri, wisata terpadu, agrowisata terpadu serta penataan kota kalianda, Nanang selanjutnya menyampaikan penjelasan tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kawasan Natar.

“Tujuan Penataan Ruang di Kawasan Natar adalah untuk mewujudkan kawasan perkotaan Natar sebagai kawasan perdagangan/jasa yang di dukung simpul transportasi skala nasional,” ujar Nanang mengawali paparan RDTR.

“Perlunya tata ruang dibahas secara detail karena dinamika perkembangan pembangunan dan pertumbuhan yg semakin cepat. Jika tidak dibahas secara detail, dikhawatirkan akan muncul permasalahan pada kawasan perencanaan perkembangan kegiatan perkotaan yang mulai pesat, berpotensi menyimpang pada pemanfaatan ruang yang perlu dikendalikan.

“Oleh karenanya saya berharap, pembahasan ini dapat dilaksanakan secara detail, sehingga dapat menarik minat investor untuk berinvestasi di Lampung Selatan serta tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari. Saya membawa tim teknis dari OPD terkait. Kami siap membahasnya sekalipun hingga malam hari,” ujar Nanang mengakhiri paparannya. (sumber kmf)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi