Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (5 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (6 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (6 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (7 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (7 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (22 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu)
INFODESA 11 Juni 2018, 12:01 WIB 685 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Opening Kebun Buah Greneng Dukuh Klapanan, Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Opening Kebun Buah Greneng Dukuh Klapanan, Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BLORA, Infodesanews.com – Opening Kebun Buah Greneng yang terletak di Dukuh Klapanan, Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan terbuka untuk umum. Peresmian pembukaan kebuh buah yang lebih dikenal dengan Kebun Klapanan ini dilakukan Senin sore (11/6/2018).

Bertempat di tengah kawasan kebun buah, peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Djoko Nugroho dan diserahkan kepada pemilik kebun, Bambang Suharto, disaksikan jajaran Forkopimda, Kepala OPD terkait, Forkopimcam Tunjungan dan warga masyarakat sekitar, yang dirangkaikan dengan buka bersama.

“Alhamdulillah setelah melakukan persiapan selama lima tahun yang penuh perjuangan sejak lahan masih tandus hingga kini berjalan lancar dan siap dibuka untuk umum. Kami mengucapkan terimakasih atas dukungan semuanya yang telah membantu untuk mewujudkan kebun ini. Tanpa jenengan semuanya, kami tidak bisa menjadi seperti ini,” ujar Bambang Suharto.

Sejak diresmikan ini, menurutnya kebun sudah siap dikunjungi untuk masyarakat umum. Dimana setiap harinya kebun yang terletak di tepi Waduk Greneng ini akan buka mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.30 WIB.

“Setiap hari buka, nanti tiket masuknya per orang Rp 5000,-. Bisa masuk ke kawasan kebun buah untuk jalan-jalan sekaligus hunting foto. Jika saat bersamaan ada buah yang bisa dipanen, bisa dibeli untuk pengunjung,” lanjut Bambang Suharto.

Sementara itu, untuk melepas lelah, di tengah kawasan Kebun Buah Greneng telah disediakan cafetaria dan toko souvenir. Pengunjung bisa melepas lelah, berkuliner untuk sekedar minum makan, dan berburu oleh-oleh. Ada pusat informasi juga di atasnya cafetaria, kemudian arena bermain anak. Tidak jauh dari kebun juga ada masjid.

“Saya memimpikan kedepan lokasi ini bisa menjadi kawasan wisata terpadu. Mengingat ada banyak daya tarik wisata di sekitar Waduk Greneng. Bukan hanya kebun ini saja. Sehingga saya mohon arahan Bupati untuk pembangunan kawasan wisata ini agar bisa membawa manfaat untuk seluruh masyarakat Desa Tunjungan dan sekitarnya,” harap Bambang Suharto.

Bupati Djoko Nugroho dalam sambutannya sangat mengapresiasi Pak Bambang dan rekannya, Pak Prakoso yang telah berhasil membangun kawasan perkebunan buah di lahan yang sebelumnya tandus.

“Tujuh tahun yang lalu daerah ini kering dan tandus. Tidak ada yang mengira bahwa lokasi yang tandus itu kini bisa berubah menjadi kebun buah yang subur. Awalnya pasti mengira kalau Pak Bambang “bento” (gila-red). Namun berkat kegigihan dan usaha yang kuat itu, kini hasilnya bisa kita lihat bersama,” kata Bupati.

Agar kedepan keberadaan kebun buah ini bisa bermanfaat untuk sekitar, Bupati meminta semuanya harus ikut “cawe-cawe” (turun tangan-red).

“Contohnya nanti saya sebagai Bupati akan membangun akses jalan masuk menuju kebun. Habis lebaran nanti Maguan menuju Tunjungan akan mulai dicor beton. Begitu juga warga sekitar harus ikut cawe-cawe. Sambut pengunjung dengan ramah dan sopan. Jika kebun ramai maka ekonomi akan tumbuh. Tenaga kerja akan lebih banyak terserap dan warung-warung bisa didirikan di sekitar kebun oleh warga,” lanjut Bupati.

Untuk diketahui, luas kebun buah Greneng ini mencapai 26 hektare. Dimana 10 hektare sudah ditanami tanaman buah-buahan dan telah menghasilkan. Terdapat ribuan pohon aneka buah, seperti 1200 batang pohon kelengkeng jumbo, 190 batang pohon durian montong, 2500 batang pohon pepaya kalina, 850 batang pohon jambu kristal, 80 batang pohon alpukat kendil, srikaya, sawo, jeruk dan lainnya.

Saat ini yang sedang musim dipanen adalah pepaya kalina dan jambu kristal. Sedangkan kelengkeng sedang musim berbunga dan diperkirakan akan masak di akhir Juli. (rsa-Tim/Aras)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi