Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (7 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (7 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (12 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (2 hari yang lalu)
INFODESA 26 Desember 2018, 16:25 WIB 1,502 PDF

Pakain Dan Slimut Sangat Dibutuhkan Para Pengungsi Di Perbukitan Rel Kereta Api

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~1 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pakain Dan Slimut Sangat Dibutuhkan Para Pengungsi Di Perbukitan Rel Kereta Api
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN -Sebanyak 600 Kepala Keluarga (KK) asal Desa Sukaraja Kecamatan Rajabasa yang terdampak Tsunami, lebih memilih tinggal di kebun kebun dan perbukitan dengan menggunakan tenda tenda seadanya.

Menurut salah seorang relawan, ada sekitar kurang lebih 600 KK mereka memilih bertahan di perbukitan tepatnya dibukit Rel Kereta Api Desa Sukaraja Kecamatan Rajabasa.

“Kalau untuk kebutuhan makanan dan minuman serta obat obatan terbilang cukup, namun yang meraka butuhkan saat ini adalah Pakain dan Selimut Serta Perlengkapan bayi, itu yang sudah terdata oleh kami “kata Sobri (45) warga setempat pada Infodesanews.com. Rabu (26/12)

Sementara itu Isih (47) salah seorang korban mengatakan, untuk sementara ini saya memilih untuk bertahan di pengungsian, karena kami masih trauma dengan kejadian yang saya alami, takut kalau kalau ada susulan karena Gunung Anak Krakatau masih terus mengeluarkan suara yang keras.

“Sudah 4 hari ini kami mengungsi dan bertahan, ya kalau untuk makanan dan minuman serta obat obatan alhamdulillah sudah dikirim. hanya saja untuk pakaian dan tempat alas tidur masih sangat kami butuhkan. “kata dia.

Hal senada di ungkapkan korban lainya Srigunti (36) Rumah kami sudah hancur termasuk perabotan rumah tangga semuanya hilang. “Saya sudah tidak punya apa apalagi, dan saya sangat trauma dengan kejadian yang kami alami.”ujar dia. (Sg/Slmt)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi