Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (2 jam yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (8 jam yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (9 jam yang lalu) • Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (10 jam yang lalu) • Dukung Perencanaan Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musrenbangdes (12 jam yang lalu) • Duta Baca Desa di Blora Dorong Generasi Muda Manfaatkan Gadget untuk Literasi dan Potensi Desa (13 jam yang lalu) • Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (23 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (1 hari yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (1 hari yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (1 hari yang lalu)
INFODESA 06 April 2022, 11:25 WIB 1,354 PDF

Pati Berupaya Keras Turunkan Stunting

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pati Berupaya Keras Turunkan Stunting
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

PATI, INFODESANEWS | Di Ruang Viola Hotel New Merdeka, Sabtu (02/04/2022) disambut oleh Dr Mohtar Kepala Bappeda.”Ia mengatakan bahwa hasil monitoring dan evaluasi dari hasil penurunan stunting tahun lalu ternyata Kabupaten Pati masih harus berupaya keras untuk program percepatan penurunan stunting.

Menurut Mohtar ada 5 variabel  yang harus mendapatkan perhatian khusus dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting yaitu verifikasi validasi data, fokus pada desa lokus stunting, job description untuk OPD terkait siapa melakukan apa, inovasi teknologi informasi dan komunikasi, monitoring evaluasi berkala serta strategi komunikasi perubahan perilaku,”kata Kepala Bappeda.

Sementara itu, Etty Irianingrum selaku Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan mengatakan bahwa kasus penurunan stunting selain dari faktor alat ukur dan cara pengukuran tinggi badan dan pengukuran tinggi badan balita.

Maka ada juga hal-hal yang harus diperhatikan yaitu pola asuh orang tua, gizi balita yang seimbang, input data yang valid, sanitasi lingkungan yang bersih,  SDM pendamping yang mumpuni, sarpras sesuai standar Kemenkes yang disediakan.

Dalam data yang sudah di buat peringkat sebagai hasil dari prevalensi stunting, maka sementara di sepakati terlebih dahulu ada 24 desa yang harus mendapatkan perhatian khusus dalam percepatan penurunan stunting untuk tahun 2023 dimana nanti akan di usulkan kepada Bupati untuk mendapatkan penetapan sebagai desa Lokus Stunting,” jelas Etty Irianingrum ke Awak Media.(@Gus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi