Kamis, 1 Oktober 2026
TERKINI
• Pancasila Dikumandangkan, Keadilan Dipertanyakan (2 jam yang lalu) • Renungan Suci di Tugu Pancasila Blora, Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Pancasila (10 jam yang lalu) • Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (13 jam yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (20 jam yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (20 jam yang lalu) • Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (22 jam yang lalu) • Dukung Perencanaan Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musrenbangdes (23 jam yang lalu) • Duta Baca Desa di Blora Dorong Generasi Muda Manfaatkan Gadget untuk Literasi dan Potensi Desa (1 hari yang lalu) • Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (1 hari yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (1 hari yang lalu)
INFODESA 26 Juni 2021, 09:44 WIB 915 PDF

Pati Menjadi Kampung Perikanan Budidaya Tingkat Nasional

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pati Menjadi Kampung Perikanan Budidaya Tingkat Nasional
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

PATI, INFODESANEWS | Pati jadi salah satu diantara 12 Kabupaten/Kotamadya se-Indonesia yang telah ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk masuk dalan Program Pengembangan Kampung Perikanan Budidaya Tingkat Nasional.

Untuk Kabupaten Pati, yang diikutsertakan dalam program ini adalah Kampung Nila Salin yang berlokasi di Kecamatan Tayu tepatnya di Desa Margomulyo, Jepat Kidul, Tunggulsari, Jepat Lor, Keboromo, Sambiroto, Dororejo, dan Kalikalong.

Selain itu, kampung Nila Salin ini juga punya kawasan pendukung yang berada di kecamatan Margoyoso dan Dukuhseti.

Kabar gembira ini terungkap saat Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), kemarin, hadir memenuhi undangan secara virtual dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, di Ruang Joyokusumo Kantor Setda Kabupaten Pati.

Rapat itu digelar guna menindaklanjuti arahan Menteri Kelautan dan Perikanan terkait percepatan Program Terobosan Kementerian Kelautan dan Perikanan, khususnya terkait Pembangunan Kampung-Kampung Perikanan Budidaya Tawar, Payau dan Laut Berbasis Kearifan Lokal.

Adapun Kabupaten/Kotamadya se-Indonesia yang daerahnya masuk program pengembangan Kampung Perikanan Budidaya Tingkat Nasional, juga turut hadir secara virtual dalam kegiatan tersebut.

Menurut Safin, untuk bisa tembus di jajaran 12 Kabupaten/Kotamadya yang terpilih dalam program ini, Kabupaten Pati telah memenuhi sejumlah persyaratan teknis, diantaranya memiliki komoditas unggulan yang bernilai ekonomis tinggi, lokasi kampung strategis dilihat dari sistem transportasinya, akses bahan bakunya, serta pengolahan dan pemasarannya.

“Selain itu juga harus terdapat unit produksi, pengolahan, pemasaran dan jaringan usaha yang aktif berproduksi dan terkonsentrasi di suatu lokasi yang terintegrasi hulu hilir”, tambah Safin saat diwawancarai.

Syarat lainnya, imbuh Wabup, kampung perikanan tersebut harus dikelola oleh masyarakat atau badan usaha yang kompeten dan memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan usaha Budidaya.

Menurut Safin, potensi luasan lahan Kampung Nila Salin sebesar 1.187,17 Ha dengan luas eksisting 818 Ha.

Adapun nilai produksinya, lanjut Wabup, mencapai Rp 79.980.797.000, – dengan produksi benih mencapai 48.803.000,00.

“Sedangkan luas areal perbenihannya mencapai 2,6 Ha deng jumlah pembudidaya sebanyak 11.586 orang”, jelasnya.

Meski di sana telah ada Forum Komunikasi pembudidaya nila salin “MULYO”, rupanya Pemkab Pati tetap melakukan sejumlah pendampingan maupun intervensi.

Intervensi tersebut diwujudkan dengan dikeluarkannya SK Bupati Tahun 2020 tentang Penetapan Kecamatan Tayu sebagai Kawasan Nila Salin.

“Bahkan kami juga sudah punya Masterplan Kawasan Nila Salin Tahun 2019 dan DED Kawasan Nila Salin Tahun 2020”, ungkap Wabup.

Selain itu, lanjut Safin, Pemkab juga kerap menggelar pelatihan pembudidaya ikan, yang memberi pelatihan soal teknologi pembenihan dan pembesaran ikan.

“Dan ada juga pembinaan kelembagaan kelompok pembudidaya ikan”, tambah Safin.

Saat ditanya kesiapan Pemkab Pati dalam menyukseskan program ini, Wabup mengatakan bahwa secara administratif dan teknis, Kabupaten Pati siap.

“Tambah percaya diri sebab kita juga telah didukung dengan telah tersedianya masterplan, DED dan SK penetapan Bupati terkait kawasan Nila Salin berkelanjutan”, imbuhnya.

Namun diakui Safin, untuk mewujudkan kampung yang sesuai dengan harapan Kementerian Kelautan dan Perikanan tersebut, tentu diperlukan komitmen pula dari Direktorat (Dit.) Produksi & Usaha, Dit. Kawasan & Kesehatan Ikan, Dit. Perbenihan, Dit. Pakan & Obat Ikan, Dinas KP Prov. Jawa Tengah, dan BBPBAP Jepara, yang kesemuanya telah tergabung dalam kelompok kerja Kampung Perikanan Budidaya, bersama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati.(@Gus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi